Sabtu dan Minggu... dua hari dalam seminggu selama hampir dua puluh lima tahun kulalui dengan suasana dan perasaan yang berbeda dari empat hari lainnya.Â
Aku menjalani hidup di Jakarta untuk mencari nafkah dan pulang ke Bandung di akhir pekan untuk melihat wajah-wajah buah hati yang selalu kurindukan.Â
Nuansa dingin dan aroma tanah yang basah oleh air hujan selalu dapat kurasakan begitu menjejakkan kaki kembali ke Bandung kota kenangan.Â
Perasaan senang dan sedih menjadi satu, tidak pernah dapat aku ungkapkan dengan ucapan hanya melalui tulisan dan dapat aku rasakan sampai saat ini.
Aku adalah seorang ibu dengan empat orang anak. Â Hidupku, kata ibuku bisa dibilang penuh dengan perjuangan, walaupun aku melaluinya sih biasa aja, mungkin memang karakterku yang menganggap segala sesuatu itu tidak ribet dan menyibukkan diri serta pikiran dengan hal-hal yang menurutku memang perlu untuk dilakukan daripada hanya meratapi perjuangan hidup.Â
Prinsipku hidup bahagia itu adalah ketika kita membutuhkan Allah mencukupi, tidak perlu hidup berlimpah tetapi selalu ada jika membutuhkan.
Aku besar di kota Bandung. Kota kenangan bagiku karena sejak usia 15 tahun, mulai menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Menimba ilmu di bangku kuliah, sempat bekerja dengan gaji yang tidak memadai, hidup sendiri bersama kedua anakku, ibu dan bapak.Â
Menjadi kenangan, karena automatically perasaan sedih, sendiri, ingatan itu muncul begitu datang ke kota ini. Ingin rasanya pergi, menghapus kenangan tetapi Bandung selalu kurindukan.
Masa-masa kuliah..