Mohon tunggu...
Julia AmaliSalsabila
Julia AmaliSalsabila Mohon Tunggu... Apoteker - UIN Malang

Saya seorang mahasiswi farmasi yang bersemangat dalam pengembangan dan penelitian farmasi. Saya memiliki keterampilan kepemimpinan yang kuat, kemampuan berkomunikasi yang baik, dari dedikasi. Saya aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi mahasiswa dan kegiatan sosial kemanusiaan. Saya berkomitmen untuk terus belajar dan berkontribusi dalam dunia farmasi.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Pentingnya Edukasi dan Monitoring Kesehatan Calon Jamaah Haji untuk Mencapai Istitha'ah

31 Januari 2025   15:06 Diperbarui: 31 Januari 2025   15:03 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto bersama dengan Calon Jamaah Haji (Sumber: Pribadi) 

Malang, 16 Januari 2025 – Ibadah haji adalah ibadah yang melibatkan fisik, sehingga jamaah haji dituntut mampu secara fisik dan rohani agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, setiap calon jamaah haji perlu menyiapkan diri untuk memiliki status kesehatan yang istitha’ah dan mempertahankan kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan sebelum pemberangkatan ibadah haji merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas sebelum dan setelah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Dalam rangka perlindungan terhadap calon jamaah haji agar dapat melaksanakan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat islam, perlu dilakukan pembinaan dan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk mencapai istitha’ah. Dengan adanya hal tersebut, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan intervensi berupa edukasi dan monitoring yang meliputi pemeriksaan klinis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang berfokus untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat supaya tetap menjaga kesehatan sebelum melaksanakan ibadah haji.

Kegiatan KKM ini dimulai sejak awal Januari 2025. Kegiatan ini dirancang untuk melakukan kegiatan berupa edukasi dan monitoring kesehatan pada calon jamaah haji sebelum keberangkatan. Pemeriksaan klinis pada kegiatan ini meliputi beberapa tes untuk memantau kondisi kesehatan calon jamaah haji, seperti penimbangan berat badan, pemeriksaan suhu, saturasi, tekanan darah, respiratory rate, heart reat, dan point of care testing (POCT), dan evaluasi kepatuhan minum obat, pola makan dan minum, serta pola aktivitas fisik. Point of care testing merupakan media pemeriksaan kesehatan yang mudah digunakan tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium. Beberapa tes yang umum dilakukan menggunakan POCT seperti pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah. Kegiatan ini bertujuan untuk memonitoring kesehatan calon jamaah haji kota Batu, Jawa Timur.

 

Pemeriksaan TTV Calon Jamaah Haji (Sumber: Pribadi) 
Pemeriksaan TTV Calon Jamaah Haji (Sumber: Pribadi) 

Pemeriksaan POCT Calon Jamaah Haji (Sumber: Pribadi)
Pemeriksaan POCT Calon Jamaah Haji (Sumber: Pribadi)
Mahasiswa FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari program pendidikan dokter dan farmasi angkatan 2022, terbagi menjadi 40 kelompok untuk memberikan edukasi dan monitoring secara rutin kepada calon jamaah haji. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen FKIK UIN Malang sebagai pembimbing sekaligus supervisor. Melalui kolaborasi interprofesional, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kesehatan calon jamaah haji melalui edukasi dan monitoring, sehingga meminimalisir risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

Selain memonitoring, mahasiswa juga memfokuskan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan baik penyakit yang menyertai atau yang memiliki faktor risiko tinggi terkena penyakit. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kolaborasi antara mahasiswa kedokteran dan farmasi serta pemerintah, diharapkan seluruh calon jamaah haji kota Batu dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusuk dan nyaman.

Kontributor : Nadiatus Shofa (PSPD 22) dan Melinda Arista Yuditasari (Farmasi 2022) (KKM 18)

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Jalan Braga Bandung, Ketika Bebas Kendaraan!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun