Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya saat acara peluncuran buku berjudul Merawat Pertiwi secara virtual menyampaikan bahwa beliau tidak pernah memberikan uang alias bermain politik uang kepada para kader di daerah agar dirinya terpilih sebagai pemimpin PDIP (CNN Indonesia.com).
Megawati juga menyampaikan bahwa tidak keberatan jika diganti sebagai Ketua Umum PDIP dan berharap kader tetap solid.
Dari penyampaian tersebut bisa kita cerna dan kaitkan dengan situasi Partai Demokrat akhir-akhir ini, dimana Partai Demokrat masih mengalami masalah di internal mereka dan dualisme kepemimpinan partai.
Sampai sekarang, belum ada titik terang dan kata damai di tubuh Partai Demokrat sehingga menjadi sorotan buat kita. Apa yang disampaikan Bu Megawati adalah pelajaran berharga untuk partai lain bahwa jika terjadi pengalihan atau pertukaran kepemimpinan di partai maka harus tetap solid dan jangan kisruh.
Lihatlah, Partai Demokrat ketika seorang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diganti putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Terjadilah kisruh dan dualisme kepengurusan karena dinilai kepemimpinan AHY tidak sesuai harapan para kader. Ketika pergantian kepemimpinan terjadi, maka terjadilah kisruh.Â
Begitulah harapan Bu Megawati bahwa jika beliau diganti dengan siapapun itu, maka harus damai dan kader tetap solid. Jangan sampai terjadi kisruh yang merusak partai.
Jadi, bisa kita katakan pidato seorang Megawati Soekarnoputri begitu baik dan bermanfaat. Semua partai bisa mengajarkan seperti itu kepada para kader agar bisa menerima setiap keputusan partai dan menghormati pemimpin partai yang ada.
Inti dari sebuah partai dibentuk adalah soliditas dari kader di pusat sampai daerah. Ketika sudah solid maka apapun kegiatan dan kebijakan akan berjalan baik dan lancar.
Partai besar adalah partai yang bisa menjaga eksistensi partai dan bisa kompak dalam setiap kontestasi politik serta bisa memenangi berbagai kontestasi politik.
Jadi, alangkah baiknya pidato Megawati Soekarnoputri jadi pelajaran dan edukasi bagi partai-partai lainnya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H