Pemberian bantuan sosial saat ini menjadi sorotan. Pasalnya, banyak bantuan sosial tidak tersalurkan dengan baik akibat pendataan yang kurang baik dan berbagai masalah lainnya.
Hal itu pun membuat banyak komentar dan kritik datang. Bahkan di antara pemerintah daerah dan pusat beredar kabar saling berkomentar terkait bansos ini.
Dikabarkan dari mediaindonesia.com, 7/5/2020, bahwa gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah berinisiatif lebih dulu membagikan paket sembako ke warga rentan miskin terdampak Covid-19 sejak 9 April. Bansos dari pemerintah pusat baru disalurkan pada 20 April.
Hal itu menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut pemprov DKI tidak memiliki anggaran untuk bantuan sosial.
Dari pernyataan itu, maka dapat kita katakan, tak perlu ribut-ribut soal bansos, siapa yang paling cepat menggagas atau siapa yang lambat. Paling penting jangan banyak masalah terkait penyalurannya.
Tak perlu berbalas pantun
Perlu juga di antara pemerintah pusat maupun daerah, seperti Pak Anies Baswedan dan Bu Sri Mulyani tidak berbalas pantun seperti itu. Membahas "kami duluan dari kalian". Seakan-akan ingin menunjukkan diri, aku yang terbaik dan perhatian, padahal itu tidak penting sama sekali.
Saat ini rakyat tidak butuh berbalas pantun. Rakyat butuh bantuan sosial secara nyata dan tak terkendala oleh apapun. Rakyat butuh makan agar tidak kelaparan.
Jadi, pemerintah pusat dan daerah harus sama-sama cari cara bagaimana agar bansos tidak salah sasaran dan tepat waktu. Masih banyak permasalahan yang terjadi, terutama pendataan masyarakat yang berhak mendapatkan bansos.
Berbagai pemberitaan pun membicarakan hal itu. Harusnya, itu yang dibenahi, bukan asik berbalas pantun. Pemerintah daerah dan pusat harus menyadari itu.
Sekarang, yang penting kerja dan kerja seperti yang sering diungkapkan Pak Jokowi. Tidak ada gunanya berkomentar dan memberikan gagasan kalau tidak ada aksi dan reaksi.