Melawan Pandemi Covid-19 atau Corona ini tidak bisa sendirian. Kita sudah berjanji untuk bersatu melawan Pandemi ini. Hal itu senada dengan banyaknya pemberitaan dari media online terpercaya bahwa kita harus bersatu. Pemerintah juga sama mengenai hal tersebut.
Tentu kata bersatu itu mengandung makna mendalam bahwa percuma kalau pemerintah saja yang bertindak, tetapi masyarakat tidak bertindak juga.
Percuma ada himbauan dan aturan kalau masyarakat tidak disiplin melaksanakannya. Sebab itulah melawan Pandemi Covid-19 adalah dengan cara bersatu segenap bangsa Indonesia. Kita sama-sama bekerja keras dan mau melaksanakan segala arahan dan bahu membahu mencegah penyebaran Covid-19.
Berkaitan dengan itu, menarik ketika DPR membentuk Satgas Lawan Covid-19, tetapi tidak melibatkan semua fraksi yang ada.
Dilansir dari mediaindonesia.com,13/4/2020 Ketua Fraksi DPR PKS, Jazuli Juwaini dalam keterangannya, "Iya tidak masuk dan kita tidak tahu juga dasar pembentukannya serta mekanismenya. Kayaknya juga mungkin itu satgas koalisi kali bukan satgas DPR.
Anggota DPR fraksi Demokrat, Syarief Hasan pun mengatakan bahwa Demokrat memang  tidak masuk dalam Satgas.
Pertanyaan mendasarnya adalah mengapa anggota DPR fraksi PKS dan Demokrat tidak ikut menjadi bagian dari satgas lawan Covid-19?. Apakah masih ada istilah koalisi dan oposisi di DPR padahal ini untuk memberantas Covid-19.
Masalah koalisi maupun oposisi sudah tidak relevan lagi saat ini karena pemilu juga sudah selesai.Â
Ketidakikutsertaan dari anggota DPRÂ fraksi PKS dan Demokrat akan dengan sendirinya menghancurkan semangat persatuan itu. Seakan-akan ada pengkotak-kotakan.Â
Seharusnya tidak ada lagi urusan politik dalam proses penanganan Covid-19, karena juga tidak etis urusan politik dibawa-bawa dalam proses penanganan Covid-19, maka hal itu sudah menghancurkan dengan sendirinya semangat persatuan tadi.