Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Guru - Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Guru SDM Branjang (Juli 2005-April 2022), SDN Karanganom II (Mei 2022-sekarang) Nomine Best in Fiction Kompasiana Awards 2024 Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Kekuatan Refleksi bagi Kelancaran Pembelajaran di Kelas

31 Januari 2024   14:16 Diperbarui: 31 Januari 2024   14:25 506
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

A. Refleksi Diri Guru

Menjadi guru dituntut untuk tampil sempurna di hadapan peserta didik. Sempurna dalam penampilan, dan penyampaian materi pelajaran serta mengajak mereka untuk melakukan pembelajaran yang menyenangkan.

Akan tetapi, di satu sisi, seorang guru terkadang menghadapi permasalahan di luar urusan sekolah. Permasalahan yang berasal dari rumah, bisa terbawa sampai sekolah.

Ketika permasalahan itu terbawa sampai kelas, maka pembelajaran tidak akan efektif. Mengondisikan peserta didik akan sangat kesulitan. Bukan tidak mungkin kalau guru yang bersangkutan akan semakin pusing. 

Dalam keadaan seperti itu, ada baiknya guru melakukan refleksi diri. Apakah kondisinya itu akan mempengaruhi komunikasi dan pembelajaran dengan peserta didik? Apakah dampak jika guru terbawa pada kondisi yang tidak menyenangkan terhadap proses pembelajaran? 

Dengan berefleksi guru akan lebih nemahami perasaan, memahami keadaan diri sendiri, meregulasi diri, menyelesaikan masalah dan berpikir jernih serta peka terhadap sekitarnya.

Apabila guru terlalu banyak pikiran, dia tidak akan maksimal dalam menjalankan tugasnya di sekolah. Tentu sangat merugikan peserta didik. Dalam hal ini strategi refleksi guru adalah menyadari situasi yang terjadi dalam dirinya.

Ketika melakukan refleksi diri, perlu diingat bahwa guru tidak sedang menghakimi diri sendiri. Namun refleksi merupakan kegiatan melakukan evaluasi dan memikirkan perilaku dan emosi yang ada pada diri. Strategi ini merupakan strategi membedakan antara pemikiran reflektif dan pemikiran menghakimi.

Jika ternyata dalam berefleksi guru malah menghakimi diri sendiri, maka ada baiknya guru berhenti sejenak dalam merefleksi diri. Kegiatan refleksi ini bisa dilakukan di lain waktu.

Langkah terakhir atau strategi ketiga adalah mencari bantuan. Guru bisa melakukan refleksi diri dengan bantuan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater sebagai orang yang dimintai pertimbangan dalam menjalankan ketugasannya di sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun