Kemarin menjadi hari yang cukup menghebohkan. Presiden, Joko Widodo, dan Menteri Kesehatan, Terrawan mengumumkan bahwa ada dua warga negara Indonesia yang positif terkena virus Corona.
Spekulasi dari pengumuman itu sangat beragam. Ada yang menilai bahwa pemerintah terkesan menutup-nutupi masuknya virus Corona di Indonesia. Padahal ada beberapa pihak dari dalam dan luar negeri yang meragukan bahwa Indonesia bebas dari virus mematikan itu.
Negara ibarat keluarga
Memang sangat wajar jika di lingkungan masyarakat yang merasa kecolongan dengan masuknya virus Corona ini. Tentu kita tidak bisa menghalangi pemikiran mereka.
Yang perlu dilakukan sekarang adalah mencegah agar persebaran virus Corona tidak meluas. Selain itu perlu dibenahi juga komunikasi antara pemerintah dan rakyat secara terbuka terhadap banyak kemungkinan, tidak hanya virus Corona ini.
Memberikan informasi yang benar adalah hak rakyat Indonesia. Informasi seburuk apapun. Toh rakyat juga menyadari bahwa tak ada satupun negara yang tanpa cela. Sekalipun negara adidaya. Selalu ada sisi positif dan negatif.
Apabila komunikasi tentang hal negatif dilakukan, semua pihak bisa memberikan masukan agar bisa dikurangi. Seperti dalam keluarga. Jika ada hal negatif muncul dalam berumah tangga, seluruh anggota keluarga harus saling terbuka satu sama lain.
Selain itu perlu saling mendukung jika ada salah satu yang terjatuh. Satu bagian keluarga yang sakit maka anggota lain akan merasakan kesusahannya juga.
Saling memberikan solusi atau pendapat tak perlu dianggap karena membenci. Justru solusi atau pendapat yang diberikan merupakan bentuk rasa sayang.
Mungkin sudah saatnya komunikasi dari berbagai elemen dari tingkat bawah sampai nasional tidak lagi saling sikut dan saling curiga. Saya yakin semua rakyat tidak ingin negaranya hancur.Â
Negara tetap dipertahankan agar tetap jaya. Hanya perlu adanya rasa persatuan dan kesatuan. Perbedaan dalam pandangan politik tidak boleh merugikan masyarakat luas. Rakyat hanya ingin hidup, damai, sejahtera.