Mohon tunggu...
Jonathan Arie
Jonathan Arie Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Manchester is Red

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Examen Harian: Kunci Pembentukan Karakter di Kanisius

18 September 2024   22:28 Diperbarui: 18 September 2024   23:00 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat. 

Di Kolese Kanisius Jakarta, aspek pengembangan karakter sangat ditekankan melalui kegiatan Examen harian. Sekolah ini tidak hanya mengasah kemampuan intelektual siswa, tetapi juga membantu mereka untuk tumbuh secara spiritual dan emosional demi membangun jiwa kepemimpinan. 

Examen harian, atau refleksi harian, adalah praktik doa yang diperkenalkan oleh Santo Ignatius Loyola, pendiri Ordo Serikat Yesus. Dalam latihan rohani yang disusunnya, Ignatius menekankan pentingnya refleksi harian untuk mendeteksi kehadiran Tuhan dan memahami arah hidup kita. Sebagai sekolah Jesuit, Kanisius menjunjung tinggi Spiritualitas Ignatian dengan menjadikan Examen sebagai bagian dari rutinitas siswa. 

Setiap hari, setelah bel jam pelajaran terakhir berdering, siswa diajak untuk merenung, berdoa, dan menulis refleksi dalam buku jurnal sebagai bagian dari pemeriksaan batin. Tujuannya adalah untuk membantu siswa tetap menyadari bahwa dalam hidup terdapat gangguan-gangguan yang bisa menjauhkan mereka dari Tuhan dan kedamaian batin. 

Examen harian terdiri dari lima langkah yaitu, menyadari kehadiran Tuhan, meninjau hari dengan rasa syukur, memperhatikan emosi, memilih satu aspek hari untuk didoakan, dan melihat ke depan untuk hari esok. Ignatius percaya bahwa Examen adalah hadiah dari Tuhan yang harus dibagikan seluas mungkin, dan ia mewajibkan para Jesuit untuk melakukannya dua kali sehari. Hingga kini, banyak orang yang masih mempraktikkan Examen harian, termasuk siswa-siswa di Kanisius.

Melalui Examen harian, siswa diajak untuk kembali terhubung dengan diri mereka sendiri dan Tuhan. Di tengah kesibukan dan gangguan sehari-hari, Examen membantu siswa untuk tetap fokus dan tenang. Refleksi ini bertujuan agar mereka dapat meninjau kembali hari yang telah dilalui, mengenali berkat yang telah diterima, serta mengidentifikasi kesalahan yang mungkin telah dilakukan. Latihan ini juga berfungsi sebagai cara untuk melatih pembedaan roh atau diskresi batin, yang sangat penting dalam kehidupan spiritual. Examen melatih kemampuan kita untuk memilih roh baik dan roh jahat, juga apa yang termasuk tindakan benar dan salah.

Secara pribadi, saya sebagai murid Kanisius melihat bahwa Examen harian memiliki dampak yang besar pada kehidupan sehari-hari siswa. Saya yang telah melakukan refleksi secara rutin, saya menjadi lebih sadar akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Saya belajar untuk melihat detail-detail kecil dan belajar untuk menemukan Tuhan dalam segala hal, seperti prinsip yang diajarkan di Kanisius, "Finding God in All Things". Manfaatnya dapat lebih dirasakan jika dilakukan juga di luar jam sekolah karena kebiasaan ini tidak hanya membentuk kesadaran diri, tetapi juga meningkatkan rasa syukur dan kemampuan untuk memperbaiki diri.

Examen harian dapat diibaratkan seperti cermin. Setiap hari kita bercermin untuk melihat apakah ada sesuatu yang kurang atau salah dalam penampilan kita. Begitu pula dengan Examen, refleksi ini menjadi "cermin" spiritual yang membantu kita melihat kondisi batin dan relasi kita dengan Tuhan. Dengan memandang ke dalam diri secara rutin, kita dapat terus memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan kecil sehingga kita menjadi pribadi yang lebih jernih dan tulus dalam menjalani hidup.

Melalui Examen, Kolese Kanisius Jakarta tidak hanya membentuk siswa yang unggul secara akademis, tetapi juga individu yang memiliki kedalaman spiritual dan emosional, selayaknya seorang pemimpin. Siswa juga didorong untuk melihat ke dalam diri mereka, memperbaiki diri, dan membangun kesadaran yang lebih mendalam akan hidup yang bermakna, baik secara personal maupun dalam hubungannya dengan Tuhan. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun