Mohon tunggu...
Joey Loing
Joey Loing Mohon Tunggu... -

Nobody is PERFECT.....!!!!!....but trying to be the perfect one in a positive way w/out harming others n be done with full of love in sincerity, is not a sin...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sopan dan Santun 'Kah Saya?

1 Oktober 2015   15:43 Diperbarui: 1 Oktober 2015   16:11 30
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pertanyaan mengenai sopan santun (pilih jawaban a,b,c atau d)

Kasus :

Pada suatu hari, di siang yang sangat panas, saya dan mama menuju rumah makan setelah dari pasar untuk belanja keperluan mama buat kue. Mama terlebih dahulu masuk ke rumah makan tersebut karena saya harus parkir motor. Waktu saya masuk dan menuju meja yang sudah di duduki mama, saya lihat ada seorang wanita muda duduk pas di hadapan mama sembari menulis orderannya.

Saya langsung hampiri dan bicara dengan sopan terhadap wanita tersebut untuk bergeser dari bangku yang akan saya duduki. Tanpa melihat saya dan dengan ucapan “Ooooo…”, wanita tersebut pun bergeser ke bangku kosong di sebelah bangku yang akan saya duduki sembari terus melakukan rutinitasnya dengan menulis (kalau orang yang mengerti sopan santun, pasti akan berpindah ke meja lain). Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan kehadiran wanita yang tidak kami undang untuk duduk bergabung di meja kami (saat itu, hanya meja kami saja yang terisi dari 2 meja kotak untuk 4 orang, 1 meja panjang untuk 6 orang serta 2 meja panjang untuk 8 orang..#detail).  Entah kenapa, saya bertanya ke mama apakah wanita tersebut bilang permisi ke mama sebelum duduk di bangku itu. Mama bilang enggak. Malah mama bilang kalau wanita tesebut langsung duduk begitu saja tanpa basa basi (saya yakin, pembicaraan kami di dengar wanita tersebut yang tetap tidak merasa terganggu dengan pembicaraan kami). Hhhmmm…baiklah…

Tidak lama kemudian, orderan saya datang lebih dulu dan kebetulan sekali, semua kelengkapan bumbu, tepat di hadapan wanita tersebut yang masih belum selesai menulis orderannya (mungkin sedang mengeja kata per kata).

Pertanyaannya :

  1. Mengambil kelengkapan bumbu tapi permisi terlebih dahulu ke wanita tersebut
  2. Mengambil kelengkapan bumbu sambil berjalan memutari wanita tersebut agar tidak terganggu
  3. Mengambil kelengkapan bumbu dengan meminta tolong wanita tersebut untuk mengambilnya
  4. Mengambil kelengkapan bumbu dengan tidak usah peduli kehadiran wanita tersebut sekalipun tangan mungkin tanpa sengaja mengenai wanita tersebut

Yang saya lakukan saat itu adalah jawaban D. Bukan saya kesal karena wanita tersebut berlaku tidak sopan ke saya. Hal yang buat saya kesal adalah saat itu yang duduk di hadapan wanita tersebut adalah seorang ibu, perempuan yang lebih tua dari wanita tersebut walaupun wanita ini tidak kenal.

Bukan kah dari kecil, kita selalu di didik untuk bertingkah laku yang sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua dari kita apalagi jika orang yang lebih tua itu adalah seorang ibu atau seorang bapak?

Well, nurani adalah milik anda. Saya juga punya hal itu. Jika 1 wanita ini adalah 5 dari wanita yang tidak sopan yang ada di dunia ini (menurut perbandingan saya), bagaimana jika ada 100 wanita yang seperti ini di dunia..? Ckckckckckck…mari kita peti es kan saja pendidikan mengenai Budi Pekerti…

Arti Budi Pekerti dari beberapa sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Akhlak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun