Terkait temuan Tim Antimafia Migas mengenai adanya indikasi bahwa PT Pertamina (Persero) tidak hanya melakukan impor minyak melalui Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) namun juga melalui pihak ketiga sebagai perantara, Vice President Corporate and Communication PT Pertamina, Ali Mundakir turut memberikan tanggapannya.
Ali membantah keras tudingan Tim Reformasi Tata Kelola Migas tentang adanya dugaan aktivitas mafia migas di anak perusahaan Pertamina, Petral. Menurut Ali, tudingan tersebut tidak mendasar dan terkesan tak memahami bisnis minyak dan gas bumi (migas) secara keseluruhan.
“Petral hanya bisa membeli minyak dari NOC (National Oil Company), tidak boleh ke yang lain. Nah apakah NOC kemudian membelinya melalui perantara, Pertamina dan Petral tak punya kewenangan mengatur itu. Lantas, apakah itu dasar kemudian menyebut di Petral ada mafia migas?” ujar Ali di Jakarta, Senin (8/12).
Ali menyarankan, alangkah baiknya jika Tim Antimafia Migas itu mencoba memahami terlebih dahulu bagaimana sistem transaksi dan bisnis migas secara keseluruhan sehingga bisa memahami secara komprehensif apa yang menjadi aktivitas Pertamina.
Di sisi lain, terkait adanya dugaan aktivitas mafia migas di tubuh Petral tersebut, kabarnya Ketua Tim Antimafia Migas Faisal Basri pun telah mengeluarkan pernyataan bahwa dalam waktu dekat akan segera memanggil Presiden Direktur Petral dan manajemen Pertamina yang berada di unit Integrated Supply Chain (ISC) untuk meminta informasi seputar kegiatan impor minyak Petral.
Sumber: Info Jitu
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI