Yayuk pernah mencapai babak perempat final tunggal Wimbledon pada tahun 1997. Di Grand Slam AS Terbuka (1993) di ganda Yayuk bersama pasangan Jepangnya, Nana Miyagi, pernah lolos semifinal. Dan Yayuk di tunggal bahkan sempat bertahan di peringkat 30 besar dunia dalam kurun lebih dari lima tahun. Maka prasyarat sebagai petenis 'The Final Eight Club Member' (empat tahun berturut-turut mempertahankan posisi 40 besar dunia), bahkan sudah terlampaui oleh Yayuk.
Prestasi terbaik Yayuk terjadi di tahun 1997 ketika ia berhasil tembus ke deretan 19 besar dunia. Yayuk juga konsisten peringkat 21-26 dunia dalam rentang waktu setidaknya empat tahun antara 1994-1998. Penghasilan dari hadiah uang selama kariernya adalah US$ 1.645.049 atau hampir Rp 26 milyar.
Privilese apa yang diterima sebagai salah satu anggota "The Final Eight Club Member"? Seumur hidup Yayuk berkesempatan mendapat ID khusus untuk bisa menyaksikan turnamen seri Grand Slam -- baik Australia Terbuka, Perancis Terbuka, Wimbledon maupun AS Terbuka -- boleh juga kumpul-kumpul sesama "The Final Eight Club", ikut jamuan-jamuan selama turnamen Grand Slam, dapat fasilitas antar-jemput dan menginap di hotel gratis selama nonton turnamen Grand Slam.
Menjadi "The Final Eight Club Member" juga berarti akan mendapat manfaat dari Dana Pensiun Persatuan Tenis Wanita Dunia. Yayuk, merupakan satu-satunya mantan petenis Indonesia yang memiliki Dana Pensiun yang jumlahnya kini mencapai AS$ 310.000 atau senilai Rp 4,4 milyar lebih. (Jumlah ini catatan tahun lalu, berubah setiap tahun).
Jumlah Dana Pensiun Yayuk Basuki itu sebenarnya berasal dari hadiah uang yang diperoleh Yayuk Basuki sendiri selama aktif main di turnamen tenis profesional dunia, dipotong setiap kali 1 persen penghasilan tahunannya (yearly earning). Simpanan Yayuk itu dikelola sebagai kas Dana Pensiun oleh WTA. Nantinya, kalau Yayuk sudah mencapai usia pensiun 55 tahun, maka uang itu akan diberikan kepadanya secara bulanan. *
***
DATA PRIBADI Yayuk Basuki
Lahir: Yogyakarta, 30 November 1970, Suami: Hary Suharyadi, Anak: Yary Nara Sebrio Suharyadi (23),Tenis Pro: 1990-2013, Total Hadiah Uang: AS $ 1.665.152 (Rp 23,8 milyar), Tertinggi Tunggal: No 19 dunia (6 Oktober 1997), Tertinggi Ganda: No 9 dunia (6 Juli 1998).
Grand Slam - Tunggal: Australia Terbuka 4R (1998), Perancis Terbuka 3R (1996), Wimbledon QF (1997), AS Terbuka 2R (1991, 1997). Ganda: Australia Terbuka QF (1996, 1999), Perancis Terbuka QF (1997), Wimbledon QF (1996), AS Terbuka SF (1993). Ganda Campuran: Australia Terbuka 2R (2000), Perancis Terbuka QF (1995), Wimbledon QF (1997), AS Terbuka 2R (1997).
Juara-juara Tunggal: Pattaya Terbuka (1991, 1993), Malaysia Terbuka (1992), Indonesia Terbuka (1993, 1994, 1996), China Terbuka (1994), Birmingham Classic (1997).
(JIMMY S HARIANTO, Wartawan Kompas 1975-2012)