Mohon tunggu...
Jeng Tera
Jeng Tera Mohon Tunggu... -

Cerita sederhana yang disampaikan dengan bahasa sederhana

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Mr 'Sharukhan' yang Baik Hati

20 Desember 2010   07:43 Diperbarui: 26 Juni 2015   10:34 280
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Rencana perjalanan ini berawal dari keisengan saya browsing tiket murah penerbangan AA pada February 2010.
Ketika mendapati harga yg menurut saya terjangkau dan cocok dengan kantong kuli seperti saya, seketika itu juga saya confrence dengan beberapa teman jalan saya.
Confrence-confrence-confrence dan sampai pada keputusan "OK.. " 3 orang pun issued tiket ke Singapura, Agustus 2010.

Inilah cerita kami... *tararamm..
* * *

Kami memilih penginapan di People's Park (China Town) karna pertimbangan harga dan KENYAMANAN.
Flat di lantai 22 milik seorang kakek keturunan Indonesia yang kemudian menjadi warga negara Singapura itu sangat tepat untuk kami huni selama 2 malam disana.
Lokasinya yang berdekatan dengan MRT Station, shuttle bus, serta tempat makan murah-meriah itu benar-benar seperti berada diantara segitga emas deh. *hahay!

Adalah saya, Chema, dan Pinta.
Yang kemudian menyebut diri dengan sebutan "Trio Hyppo"
(Baca: Size badan kami yang diatas rata-rata).


* * *


Touch-down di Changi Airport sekitar pukul 10 malam, kami langsung menuju penginapan.
Agar keesokan harinya bugar ketika harus keliling Universal Studio.

'ngangkot' di negeri orang, Seru! Ketika harus membaca petunjuk arah, peta rute MRT, dan bertanya ke orang asing yang notabene gado-gado lontong (Baca: sama-sama ngomong singlish tapi dengan aksen dan intonasi yang beda-beda juga)

Ini menjadi tips penting ala Jengtera berdasarkan pengalaman disana. Cekidot!
Ketika mentok pada suatu kondisi dan mendesak kita untuk bertanya keorang asing, sebisa mungkin pilihlah ORANG INDIA! Kenapa? Rata-rata aksen Singlish mereka lebih 'enak didengar' dan mudah dimengerti.Its a big NO untuk bertanya ke penduduk china lokal yang kalau apes justru malahan bikin kita tambah stress, karna beberapa dari mereka nggak ngerti bahasa Inggris. Dan kalaupun mendapati mereka yang berbahasa Inggris, itupun dengan Singlish yang (menurut saya) se-enaknya, aksen yang justru mbikin saya semakin nggak ngerti "Sebenernya mereka ngomong apa seeh"
No Offence yah, ini pengalaman pribadi lho.

Nah, karena beberapa kali bertanya ke orang yang salah itu-lah kami jadi semakin jago memilah-milih kira-kira siapa yang siap menjawab dengan bahasa singlish yang lebih enak didengar :))

Dia-lah Mr 'sharukhan' (gak ada maksut apa-apa dengan nama itu, cuma beneran karna saya lupa nama Mister India yang baik hati itu) :D

Kebetulan kami bertemu Mr 'sharukhan' di MRT station China Town. Dan kebetulan lagi dia pun pergi ke rute yang searah dengan tujuan kami.

Mas-mas India berbadan mungil helpfull yang nganterin kita sampai ke Vivo Plaza dan mengarahkan kita rute menuju Sentosa Island.
Baik deh dia, sepanjang perjalanan menjelaskan rute-rute yang harus kami tempuh supaya nggak nyasar. Walau Pinta dan Chema
harus "mengorbankan Pundak" mereka *bwahahaha

Ehem kalau bisa saya tebak sih, sebenernya
Mr 'sharukhan' ini ngincer salah satu dari 2 teman saya. Entah Chema atau Pinta.
Well, ladies.. Jangan berebut yah, suit gih! =))

Anyway, tapi toh kami akhirnya sampai di satu langkah menuju Universal Studio...
*Yihaaaaa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun