Semarang (9/11/24). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat sehingga sumber produksi bisa digunakan secara aman dan efisien. Jasmine Alika Khairunnisa, mahasiswa S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dengan Dosen KKN, yaitu, Dr. Ir. Suryanti, M.Pi, Churun Ain, S.Pi., M.Si, dan Ir. Siti Rudiyanti, M.Si melaksanakan program edukasi bertajuk "Program Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaku UMKM" di UMKM Putri Tirang, Desa Tapak Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kabupaten Semarang. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik PKUM (Penguatan Komoditas Unggulan Masyarakat) yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja, terutama dalam penggunaan peralatan tajam dan bahan-bahan berbahaya di lingkungan kerja.
Dalam program ini, Jasmine menjelaskan pentingnya berhati-hati dalam menggunakan peralatan tajam, seperti pisau, yang sering digunakan dalam proses produksi makanan. "Penting untuk memastikan bahwa pisau dan alat tajam lainnya dalam kondisi baik, serta selalu berhati-hati dalam menggunakannya untuk menghindari cedera yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain," kata Jasmine.
Selain itu, Jasmine juga mengedukasi peserta tentang potensi bahaya penggunaan gas LPG dalam proses memasak atau pengolahan makanan. Ia memberikan penjelasan tentang cara mengantisipasi dan menghindari kebocoran gas yang bisa menyebabkan ledakan. "Pastikan regulator dan selang gas dalam kondisi baik, serta selalu periksa apakah ada kebocoran sebelum menggunakannya. Jika terjadi kebocoran atau ledakan gas, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah segera mematikan sumber api, membuka ventilasi, dan segera menghubungi pihak berwenang," tambah Jasmine.
Program ini juga mencakup simulasi dan praktik mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kecelakaan atau bahaya, seperti cedera akibat peralatan tajam, luka bakar, kebocoran gas, dan lain-lain. Peserta UMKM dilatih untuk segera memberikan pertolongan pertama pada diri sendiri atau rekan kerja, serta memahami langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja mereka.
Dengan edukasi ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Tapak Tugurejo dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, serta mampu mengelola risiko yang ada di lingkungan usaha mereka dengan lebih baik. Program ini menjadi bagian dari upaya Jasmine untuk mendukung UMKM agar dapat beroperasi lebih aman dan efisien.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H