Mohon tunggu...
Jannata SaviraTransferano
Jannata SaviraTransferano Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

21 y.o

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Ciptakan Kawasan Sadar Lingkugan, PMM UMM 21 Membuat Tempat Sampah Organik dan Non Organik di Kawasan Taman Baca Desa Tegalgondo

12 Desember 2020   10:48 Diperbarui: 12 Desember 2020   14:17 126
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pandemi COVID -- 19 yang saat ini terjadi menyebabkan banyak sekali tatanan kehidupan yang harus berubah dibandingkan sebelumnya. Salah satu tatanan yang harus berubah adalah membiasakan kegiataan PHBS (Pola Hidup bersih dan Sehat). Salah satunya adalah dengan menjaga lingkungan sekitar kita tetap bersih.

Desa Tegalgondo merupakan salah satu Desa yang saat ini sangat memberikan perhatian penuh terhadap kebersihan lingkungan sekitar desa. Hal ini mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk ikut berperan serta dalam kegiatan penerapan PHBS di Desa Tegalgondo. 

Bentuk perhatian yang dilakukan oleh UMM ini dengan mengirimkan Kelompok Mahasiswa yang mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Gelombang 12 ke Desa Tegalgondo. Kelompok Mahasiswa PMM Gelombang 12 ini tergabung dalam kelompok 21 yang dimotori oleh Jannata Savira Transferano dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dini Kurniawati,S.T.,M.T. Sebagai upaya tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar Desa Tegalgondo, kelompok 21 PMM Bhaktiku Negeri UMM ini membuat tempat sampah organik dan non organik yang diletakkan di area Taman Baca Kali Paron

dokpri
dokpri
Taman Baca Kali Paron ini sendiri merupakan area dimana masyarakat sering berkumpul untuk beraktivitas seperti anak-anak bermain. Tanpa disadari dengan banyaknya aktivitas di area taman baca banyak sampah yang ada di area taman baca misalnya sampah organik yang ditimbulkan dari daun pohon dan juga sampah plastik dari bungkus makanan. Hal ini yang menjadi pertimbangan penempatan tempat sampah Organik-Non Organik di Taman Baca.

Pemberian tempat sampah organik dan non organik ini diterima lansgung oleh Bapak Ari selaku ketua Taman Baca Kali Paron pada tanggal 1 November 2020. " Terima kasih sudah memberikan persembahan yang bermanfaat buat Taman Baca Kali Paron ini karena dengan adanya tempat sampah warga sekitar ataupun anak-anak yang bermain di area ini bisa menjaga kebersihan lingkungan" ungkap Bapak Ari. 

Dengan adanya tempat sampah organik dan non organik ini diharapkan masyarakat sekitar Taman Baca lebih peduli dengan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan juga menjadi pembelajaran bagi anak-anak sekitar yang bermain karena dengan ini mereka dapat memahami perbedaan sampah organik dan non organik.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun