Mohon tunggu...
Dhimas S.A
Dhimas S.A Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi membaca komik,novel

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Fakta! Kenapa Sih Budaya Menulis di Indonesia Sangat Rendah?

27 Oktober 2024   13:37 Diperbarui: 27 Oktober 2024   13:40 39
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sebelum keintinya,Pasti kita semua tidak asing dengan kata menulis,ya kata menulis yang berasal dari kata "TULIS" yang berarti membuat huruf atau angka dengan pensil,atau pena.

Tulisan pertama yang diketahui oleh para ilmuwan adalah tulisan paku ( salah satu jenis tulisan kuno yang sesuai namanya tulisan ini berbentuk paku,dan tulisan ini berada diatas lempengan tanah liat) yang dibuat di asia barat daya lebih tepatnya di Mesopotamia,Irak,sekitar 3400-3100 SM,Mesir,sekitar 3250 SM,Tiongkok,sebelum sekitar 1250 SM,dan Mesoamerika,sebelum sekitar 1 M.

KEMBALI KEPADA PERTANYAAN AWAL?

Kenapa sih orang-orang indoneisa itu budaya menulisnya rendah? yaitu dikarenakan oleh budaya membaca di indonesia itu sendiri sangat rendah bahkan menurut UNESCO minat baca masyarakat indonesia sangat rendah yaitu hanya 0,001%.Yang dapat kita artikan dari 1.000 orang hanya 1 yang rajin baca.Bahkan pada PISA 2022 indonesia berada di peringkat 70 dari 80 negara,yaitu dengan skor literasi membaca 359.

Nah dari keterengan di atas seharusnya kita paham,kenapa budaya menulis di indonesia sangat rendah itu dikarenakan budaya membacanya saja sudah sangat kurang.

Ditambah lagi ada bebera penyebab budaya menulis di indonesia itu rendah diantaranya:

Kurangnya Apresiasi pada seseorang penulis contohnya sangat banyak buku-buku bajakan yang dijual dengan harga yang murah.

Kemampuan visual memori yang rendah  contohnya hanya mengingat visual atau gambaran suatu objek maupun kalimat  dalam jangka waktu yang singkat.

Padahal kalau kita suka menulis kita memiliki beberapa manfaat padahal, salah satu contohnya seperti ingatana kita bakal menguat,jadi kita tidak akan mudah menjadi pelupa.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun