Mohon tunggu...
itsnaini_rmh
itsnaini_rmh Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

If You Keep your Tawakkul Strong, You Will See Him Manifesting The Impossible For You.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran Teman Sebaya dan Polah Asuh Orangtua dalam Membentuk Karakter Remaja

6 Desember 2023   23:53 Diperbarui: 7 Desember 2023   00:39 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Peran Teman Sebaya Dan Polah Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Karakter Remaja 

Remaja seringkali menjadi topik perbincangan atas permasalahan yang tidak ada habis-habisnya. Perilaku menyimpang kerap diperbuat olehnya seperti bullying, bolos sekolah, tawuran, mengkonsumsi narkoba dan lain-lain. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Masa dimana memiliki rasa ingin tau yang tinggi, cenderung ingin mengikuti perilaku orang dewasa dan terkadang selalu ingin diperhatikan dan merasa dirinya benar. Perkembangan masa remaja dapat dikatakan sebagai masa yang labil dan belum matang secara emosinya, sehingga tak heran jika pada proses perkembangan remaja ini mengalami banyak masalah.

Salah satu karakteristik yang dimiliki remaja adalah sikap mereka yang cenderung melakukan kegiatan tanpa melakukan pertimbangan, meskipun sebenarnya mereka mengetahui akan resiko maupun bahaya yang mungkin bakal terjadi ketika mereka melakukan perbuatan tersebut. Perkembangan remaja terjadi sangat kompleks dan cukup pesat. Terlebih perkembangan yang menonjol yaitu perkembangan identitas diri, oleh karenanya masa ini biasa dikatakan sebagai masa pencarian identitas diri.

Identitas diri merupakan gambaran atau pemahaman tentang siapakah diri ini. Pada masa remaja, kehidupan di lingkungan sosial semakin meluas sehingga peran orang tua kian menciut. Orang tua yang sebelumnya menjadi pusat kehidupan sosial anak kini menjadi terpinggirkan dan digantikan dengan teman sebayanya. Popularitas di antara teman sebaya adalah dorongan yang kuat bagi kebanyakan para remaja. Mereka akan melakukan apapun, bagaimana mereka bisa sama seperti teman sebayanya sehingga dapat diterima dengan baik. Beberapa kemajuan kognitif maupun sosio emosional remaja memungkinkan mereka mengambil perspektif teman sebaya secara lebih cepat.  

Teman sebaya memiliki arti penting remaja pada umumnya karena apapun apapun yang dilakukan oleh teman sebaya akan memberikan pengaruh pada perkembangan emosional remaja. Peran penting tersebut dilatar belakangi oleh kedekatan dengan orant tua berkurang. Kedekatan tersebut berkurang dikarenakan remaja cenderung senang akan aktivitas diluar rumah. Selain itu remaja tentunya juga sangat dekat dengan teman sebayanya yang kemudian mengidentifikasi berbagai perilaku dan pemikiran yang berasal dari teman sebayanya.

Ketika sikap teman sebayanya mengarah kearah yang positif seperti terampil dalam memecahkan masalah, suka berkompetisi, berperilaku sopan santun, maka perilaku juga akan berpengaruh dalam diri seorang remaja tersebut. Berbeda cerita jika teman sebayanya melakukan perilaku yang mengarah pada sifat negatif seperti melanggar peraturan, suka berkelahi, mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan lain-lain, maka seorang remaja akan terseret pada alur yang tidak baik seperti yang telah disebutkan.

Perkembangan emosi memberikan pengaruh pada kehidupan remaja, baik secara fisik maupun tingkah laku. Biasanya perkembangan emosi remaja dapat menentukan perilaku remaja baik kearah yang bersifat positif dapat pula kearah yang bersifat negatif. Perkembangan sosio emosiaonal remaja selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu teman sebaya, namun juga karena adanya peran dan pola asuh orang tua yang berbeda.

Kesalahan orang tua dalam menyikapi perilaku anak remaja akan mengarah pada pengekangan yang dalam hal ini dapat mengganggu perkembangan remaja itu sendiri. Jika hal tersebut di lakukan, maka kemungkinan besar akan membuat potensi mereka menjadi tumpul, tidak berkembang, dan bahkan bisa menjadi frustasi. Adanya tindak pengekangan tentu akan merugikan perkembangan seorang remaja yang kemudian memberikan dampak sulitnya remaja untuk mandiri, tidak berani mengambil keputusan, lebih senang dipimpin dari pada memimpin, tidak berani berkompetisi dan juga sulit untuk bersosialisasi, demikianlah sesuatu yang bisa terjadi jika pengekangan aktivitas remaja dilakukan secara berlebihan.

Orang tua diharapkan lebih bijaksana dalam mendidik anaknya terutama diusia remaja. Disisi lain orang tua harus sadar akan anak atau remaja merupakan produk langsung dari orang tua. Dengan demikian tentunya tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak maupun remaja berada pada orang tua. Oleh karena itu dapat diartikan bahwa keluarga adalah sebagai tempat remaja bertumbuh dan berkembang menjadi seseorang yang berkarakter, bersikap positif yang tentunya tidak terlepas dari peran orang tua.

Sumber:

Abdullah, A. (2019). Perkembangan sosio-emosional pada masa remaja. VIII, 417--429.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun