Maksudnya begini. Jika kita punya saluran air di rumah mampet. Maka, akibatnya, air akan tergenang. Menimbulkan bau tak sedap, pada gilirannya, akan menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah.
Maka, untuk sehat. Segera alirkan air yang mampet. Analog dengan contoh di atas. Untuk sehat. Alirkan sebanyak mungkin air pada saluran air di atas.
Berikan sebanyak mungkin darah kita ke PMI. Maka, tubuh kita akan memproduksi darah baru yang sehat sebanyak darah yang kita sumbangkan.
Berikan sebanyak mungkin uang yang kita miliki pada yang membutuhkan. Maka, sistem rezeki kita akan mengembalikan uang yang penuh berkah sebanyak uang kita keluarkan.
Pendekatan ketiga. Pendekatan Psikologi.
Bersedekah atau memberi, adalah soal phsykis manusia. Hanya manusia yang memiliki pshykis kaya yang mau dan mampu memberi.
Artinya, setiap kita memberi, tertanam pada kejiwaan kita, bahwa kita adalah orang kaya. Paling tidak lebih kaya dari orang yang kita sedekahi.
Jika kondisi pshykis kita selalu mengatakan bahwa kita kaya. Maka, kaya, hanya soal waktu saja.
Pendekatan ke empat. Pendekatan dari ilmu metafisika.
Semua perbuatan baik, termasuk sedekah, membuahkan rasa senang pada orang lain. Akibatnya, menimbulkan aura positive pada dimensi ruang dimensi milyu lingkungan dimana kita berada.
Lalu, aura positive ini akan bergerak bebas dalam ruang kuantum antar dimensi, dan l membangkitkan banyak aura positive lainnya. Pada gilirannya, energi aura positive itu akan membantu creator-nya agar mudah mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan pula.