Cahaya yang datang padaku mengetuk genting kaca rumah malam itu. Datang berteman titik hujan. Pergi setelah tiga dini hari. Hujan berhenti, awan hitam terdiam.
Rekayasa tekhnologi. Bagai bunga cita masa lalu Yang membayar lunas atas tanya masa depan.
Skylight, adalah shortcut manipulasi agar cahaya hadir. Hadir di palung hati terdalam. Ayah merancang  jalan. Jalan lintasan cahaya. Genting kaca.
Bara diujung obat nyamuk terbakar. Bagai pasir waktu bergerak, berlalu. Saat itu pukul satu dini hari,saat yang ditunggu. Purnama didepanku. Wajahnya bulat.
Senyumnya menembus genting kaca. Cahayanya menghujam didada kiri. Dia datang dari masa lalu, sekelebat ada di masa depan. Datang mencium keningku, pergi tertinggal pesan dibawah bantal.Â
Pukul setengah dua dini hari. Wajah purnama hampir tak terlihat lagi. Genting kaca penuh butiran air hujan. Perlahan ayah tunjukan. Sketsa seorang nenek menyulam kain di wajah purnama.
Purnama Semalam. Bekasi 20 05 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI