Dok pribadi
Wisata kolam biru, yang terletak di Desa Rerebe Kecamatan Tripejaya, Gayo lues. Salah satu tempat terfavorit saat hari lebaran 1443 H. Terlihat sejak lebaran H+2 hingga Lebaran ke H+6 masyarakat dari berbagai kecamatan dalam wilayah Gayo lues dan kabupaten tetangga banyak mengunjungi tempat wisata tersebut.
Objek wisata Kolam biru yang terletak di sebelah barat Gayo lues, untuk menempuh kesana memakan waktu 1,5 jam perjalanan dari ibu kota Blangkejeren. Sepanjang perjalanan para wisatawan di sungguhkan dengan pemandangan alam yang indah pinus markusi yang berada di kawasan ekosistem leuser dan aliran sungai Kala Tripa. Sehingga rasa lelah bisa mengobati perjalanan para wisatawan.
Para wisatawan menikmati hari libur tersebut terdiri dari beberapa kalangan di antara ada yang bersama keluarga, kolega dan teman sekampung. Pun demikian akses pintu masuk ketitik lokasi sempat macet mengular dengan padatnya kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Dan para petugas parkir sedikit kewalahan menyediakan lapak parkir kendaraan. Di objek wisata ini para pengunjung hanya di wajibkan membayar parkir kereta dan pondok yang telah di sediakan oleh warga dengan harga bersahabat tentunya.
Sedangkan, para pengunjung ada yang membawa makanan masing masing dari rumah dan mengolah makanan di wahana tersebut, baik membakar ikan dan ayam dan setelah itu makan bersama sama.
Wisata kolam biru sejak di rubah wajahnya sangat ramai di minati para wisatawan, dan tahun ini wisatawan membludak dari tahun sebelumnya. selain keadaan kolam masih terlihat alami dan asri air yang mengalir dari penggunangan leuser terlihat bersih dan sejuk sehingga para pengunjung ramai yang mandi di tempat tersebut.
Selain kolam biru yang masih alami ada juga tempat pemandian anak anak. Meskipun pada kali ini warna air terlihat berubah menjadi coklat bukan lagi biru saking ramainya yang wisatawan yang mandi. Pun demikian tak mengurangi keindahannya kolam biru tersebut dan pemandang alam yang eksotis yang di ciptakan oleh Allah Swt.
Begitulah alam yang indah di ciptakan tuhan sebagai ibrah untuk manusia, dan sebagai bahan renungan supaya kita lebih dekat kepadNYA dan menjaga hubungan minal alam.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI