Siapa tidak kenal Bambang Pamungkas? Pemain sepak bola yang lama menyandang kapten timnas senior Indonesia, dan menjadi ikon Persija, klub yang paling lama dibelanya, segera mendapat label baru sebagai motivator. Usianya memang sudah terbilang senja untuk aktif bermain, 36 tahun, sehingga wajar bila mencari sandaran baru.Â
Tanggal 28 April 2016 yang akan datang menjadi semacam pentasbihan label baru tersebut saat Bepe, panggilan akrab Bambang Pamungkas, tampil perdana sebagai motivator di depan publik. Acaranya bertajuk #BEPE20Bicara Battle of Life:"Cinta vs Tanggung Jawab" di Usmar Ismail Hall, Jakarta. Makanya kemunculan Bepe memperkuat Persija melawan Persipura di pembukaan Torabika Soccer Championship 29 April di Jayapura masih tanda tanya.
Bahwa pemain sepak bola pada waktunya harus menggantung sepatu, adalah hal yang tak terelakkan. Profesi berikut yang menjadi pilihan mereka biasanya tidak jauh dari urusan bola. Merintis karir menjadi asisten pelatih, lalu jadi pelatih, agaknya menjadi dambaan. Atau bisa juga jadi guru sekolah sepak bola, bahkan kalau ada modal atau dapat sponsor, bisa menjadi memiliki sekolah sepak bola.
Jadi komentator bola di teve, atau menulis soal bola di media, juga menarik bagi banyak mantan pemain. Menjadi pengurus klub atau asosiasi, juga membuat mereka tidak kehilangan panggung. Menjadi bintang iklan bahkan sekalian menjadi artis, ada harapan bagi yang berwajah tampan. Irfan Bachdim, Christian Gonzales, dan Bepe sendiri sangat potensial untuk jadi selebriti.
Tapi Bepe, yang dari saat remaja sudah terlihat punya tingkat intelektualitas tinggi yang terlihat dari caranya berbicara dalam konferensi pers, telah menetapkan pilihan yang berkualitas. Ia telah merintis dengan menulis buku, menilis di blog pribadi dan membuka situs berita online. Bepe memang tidak sempat menamatkan kuliah secara formal, karena sehabis menamatkan SMA di Diklat Sepak Bola Salatiga, ia terjun sepenuhnya di sepak bola. Namun ia kreatif sehingga banyak menimba ilmu secara informal.
Bagi pesepak bola profesional, selama aktif bermain, harus pintar-pintar mengatur keuangannya agar tidak merana di hari tua. Melakukan investasi secara tepat atau terjun ke bisnis yang dikuasai, bagus untuk memperpanjang nafas.Â
Dulu di era 70-an banyak remaja menekuni sepak bola sebagai jalan pintas untuk jadi pegawai negeri. Saat itu eranya bond perserikatan. Bupati atau walikota yang gila bola tak ragu mempegawai negerikan pemain yang memperkuat bond dari kabupaten atau kotanya.Â
Sekarang ada celah seperti itu lagi dengan terjunnya TNI dan Polri dalam kompetisi sepak bola. Menyandang status tentara atau polisi bisa menjadi jaminan yang justru terasa manfaatnya setelah melewati kejayaan sebagai pemain.
Kembali ke cerita tentang Bepe, semoga ia sukses dengan label baru. Bepe adalah antitesis dari banyak sekali pemain yang merasakan dirinya ibarat habis manis sepah dibuang, atau yang dibalut cidera panjang tanpa ada yang mengurusi. Selamat untuk Bepe. Anda memang beda.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI