Mungkin tidak ada produk kredit khusus bagi mahasiswa, tapi kredit multiguna dengan jaminan dari penghasilan orang tua mahasiswa bisa juga menjadi alternatif.
Tapi, yang namanya kredit di bank, proses pencairannya relatif lebih lama dibandingkan dengan proses pencairan kredit via pinjol.
Untunglah, sekarang ada harapan bagi mahasiswa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Sejumlah media memberitakan pemerintah tengah menggodok pinjaman bagi mahasiswa.
Skimnya berupa pinjaman berbunga nol persen dan pengembaliannya dicicil setelah mahasiswa lulus dan mendapat pekerjaan.
Hal ini dapat disebut semacam bantuan, karena pemerintah menilai mahasiswa sebagai investasi di bidang sumber daya manusia demi kemajuan bangsa di masa depan.
Tapi, belum didapat penjelasan lebih rinci seperti apa mekanisme pemberian kredit mahasiswa itu dan bagaimana soal jaminannya.
Kenapa pihak pemerintah yang berinisiatif menggodok kredit ringan bagi mahasiswa? Jika pihak bank yang berinisiatif memberikan kredit dengan bunga nol persen, tentu tidak mungkin.Â
Soalnya, bank dalam mendapatkan dana harus membayar bunga pada para nasabah penyimpan dana, baik berupa tabungan, deposito, atau giro.
Maka, suku bunga yang dibebankan bank kepada peminjam, wajar saja sedikit lebih tinggi dari persentase bunga yang dibayarkan bank kepada para penyimpan dana.
Bukan berarti bank semata-mata mencari untung. Tak sedikit bank memberikan beasiswa, tapi atas nama program corporate social responsibility (CSR).
Adapun untuk kredit bagi mahasiswa, bagaimanpun juga tentu harus diatur segi manajemen risikonya, agar tidak terjadi tunggakan pengembalian kredit.