@ 2 Ramadan Tahun Pertama
Hidup ini seperti sepak bola, harus memainkan peran masing-masing sebaik mungkin untuk membuat gol sebagai tujuan. Jangan jadikan peranmu menjadi beban. Kamu dan saudara-saudaramu harus saling membantu dan menghargai. Pemain sepak bola tak akan bisa membuat gol kalau tak ada kerja sama. Begitupun dengan kamu dan saudara-saudaramu. Bapak tak tahu sampai kapan akan terus bersama kalian.
@ Sepuluh Ramadan Tahun Pertama
Bukannya ingin membebanimu dengan tanggung jawab yang berat padamu sebagai anak sulung tapi karena bapak percaya padamu bahwa kau dan adik-adikmu bisa menjadi seperti tim sepak bola yang tangguh setelah bapak nggak ada. Jagalah ibumu, saudara-saudaramu dan harga diri keluarga.
@. Tiga Puluh Ramadan Tahun Pertama
Ifat, maafkan bapak…Bapak sangat menyayangimu. Ditengah gema takbir mengangkasa mengagungkan asma Yang Maha Kuasa, bapak tersudut dalam ruangan gelap karena kehilanganmu, anakku.
@ Satu Ramadan Tahun Kedua
Ramadan ini adalah kali keduaku menjalaninya tanpamu, anakku
Kepergianmu telah mengajarkanku betapa indahnya kasih sayang
Bapak merindukan candamu kala menggoda adik-adikkmu
Menjadikan perihnya hati