Mohon tunggu...
Irma Muthiah Saleh
Irma Muthiah Saleh Mohon Tunggu... Guru - Guru/Hidaytullah Balikpapan

Berkebun/Agriculture

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

The Power of Emak-emak

17 Juni 2022   09:22 Diperbarui: 6 Agustus 2022   12:41 515
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kalimat ini pernah ramai di dunia maya, menjadi trending topik, istilah sekarang viral. Sedemikian viral istilah ini bahkan ada sebuah senam yang identik dengan kalimat ini 'the power of emak-emak'. Terlepas dari apa latar belakang lahirnya sebuah istilah,  pastinya semua punya tujuannya sendiri.

Lantas apa yang menarik untuk dicermati dari kalimat ini. Yah, satu hal penting bahwa betapa berpengaruhnya ketika kita bersatu. Satu orang emak saja bisa punya power atau pengaruh luar biasa apalagi kalau emak-emak terhimpun dalam sebuah komunitas. Tentu saja powernya akan jauh lebih dahsyat lagi.

Emak-emak yang terhimpun dalam gerakan-gerakan sosial misalnya bisa memberi manfaat yang jauh lebih besar kepada masyarakat karena di sana mereka berkumpul, berfikir dan bergerak bersama.

Mereka bisa mengumpulkan dana sosial dan menyalurkannya kepada individu -individu, atau lembaga yang membutuhkan. Ataukah melakukan pelatihan - pelatihan keterampilan kepada masyarakat, juga pernyuluhan -penyuluhan kesehatan.

Ada sangat banyak kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat di lakukan ketika emak - emak terhimpun dalam sebuah kelompok atau komunitas. Hal yang mungkin agak terbatas jika hanya dilakukan oleh individu - individu secara terpisah.

Begitulah, ketika sendiri maka kekuatan kita sangat terbatas. Salah satu slogan bangsa ini, 'bersatu kita teguh bercerai kita runtuh' sungguh menjadi peringatan untuk kita senantiasa bersatu.

Lidi hampir tidak punya kekuatan apapun jika hanya sendiri. Ia akan sangat mudah patah. Akan tetapi ketika ia terhimpun menjadi satu dan diikat hingga menjadi sapu lidi maka sungguh sangat sulit untuk dipatahkan dan punya manfaat yang jauh lebih besar.

Demikianlah kita dalam hidup ini, jika sendiri maka bisa dipastikan akan mengalami banyak kesulitan. Apalagi di era yang  modern sekarang ini. Seorang tentu butuh teman atau orang lain untuk saling berbagi berbagai hal, untuk saling membantu dan berinteraksi satu sama lain. Anda dapat saja memutuskan untuk hidup sendiri, tinggal di satu tempat terpencil sekalipun. Namun kehidupan seperti ini tentulah sangat sulit.

Manusia adalah makhluk sosial, butuh teman, butuh orang lain. Ketika individu - individu terhimpun dalam sebuah wilayah maka terbentuklah masyarakat di wilayah tersebut. Untuk mengatur kehidupan dan hubungan diantara satu sama lain dibuat aturan. Aturan yang menjadi dasar bagi warganya dalam berinteraksi satu sama lain.

Menjadi mudah kemudian jika individu-individu yang tinggal dalam komunitas atau masyarakat tersebut punya visi yang sama, punya tujuan yang sama.  Kita warga masyarakat yang hidup dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tentunya sudah faham dengan tujuan negara kita.

Dalam alinea ke - 4 Pembukaan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tertuang dengan jelas bahwa tujuan negara kita yakni,
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun