Dalam perantauan, hanya ada dua kemungkinan, yakni sukses full senyum saat kembali pulang, atau gagal menderita tidak membawa apa-apa.
Terminologi perantauan merupakan hal yang sering dilakukan oleh banyak orang karena beberapa alasan tertentu. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa merantau adalah cara alternatif untuk mendapatkan hal baru.Â
Dengan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain memungkinkan mereka menemukan pemandangan baru, lingkungan baru, dan orang-orang baru.Â
Selain itu, para perantau juga mendapati sesuatu yang unik dan menarik. Mereka tentunya dihadapkan pada budaya dan adat istiadat, yang mana, sikap dan perilaku harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri.
Menjadi hal yang wajar tatkala para perantauan mendapatkan keunikan karena tiap-tiap wilayah atau daerah memiliki kultur yang berbeda.Â
Letak geografis serta corak kehidupan yang variatif semakin menambah sensasi bahwa dengan merantau sesuatu menarik bisa diketemukan.Â
Merantau merupakan pilihan yang tepat untuk menambah wawasan dunia luar, seperti model lingkungan, tipikal komunikasi, dan beberapa kebiasaan orang yang beragam di luar sana, yang jelasnya, dapat menambah relasi dan sewaktu-waktu memberi kemanfaatan serta keuntungan.
Tiga alasan utama perantauan
Yang pasti, perantauan mempunyai beberapa alasan dan motif tertentu di balik bepergian dari kampung halaman. Hal itu bisa diidentifikasi dari beberapa hal.Â
Pertama, mencari pekerjaan. Motif yang paling kulturisasi dengan perantauan adalah memperoleh pekerjaan yang menjanjikan. Dengan pekerjaan yang menjanjikan, mereka secara optimis mampu memenuhi kebutuhan keluarga.Â