Hidup akan terus berjalan. Semakin dewasa, semakin banyak masalah menerpa. Semakin kita dituntut untuk belajar lebih banyak. Belajar dari pelajaran hidup dari setiap masalah yang kita hadapi.
Meskipun sekarang kamu sedang kecewa berat terhadap dirimu sendiri. Meskipun segalanya terasa gelap. Meskipun rasanya tak ada jalan keluar.
Kamu harus memaafkan dirimu sendiri dulu. Untuk melanjutkan hidup dengan lebih ringan. Memaafkan memang terasa berat di awal. Tetapi dijamin ringan di belakangnya.
Tidak ada jalan putar balik dalam hidup ini. Ilmuan belum berhasil menciptakan mesin penjelajah waktu.
Jadi, jangan harap untuk bisa kembali ke masa lalu. Hadapi masalah hari ini dengan gagah berani. Masa lalu jadikan pelajaran hidup. Terima kenyataan dan melangkah move on menuju masa depan yang lebih cerah.
Langkah pertama yang patut kamu kerjakan ialah berhenti menyesali kesalahan.
Mengakui Kesalahan
Jangan menyalahkan angin, gunung, tanda-tanda alam. Ini semua mutlak kesalahanmu, dan tak perlu terlalu malu untuk mengakuinya.
Bukan soal apakah kamu benar-benar salah, atau secara kebetulan kamu disalahkan. Pada posisi salah. Menerima dan memaafkan satu kesalahan kecil maupun kesalahan besar adalah solusi terbaik.
Semua orang pernah melakukan kesalahan. Kesalahan itu wajar. Kesalahan adalah sarana belajar. Untuk lebih baik. Untuk instrospeksi diri.
Tidak ada yang salah dengan merasa kecewa. Kecewa itu wajar, manusiawi. Sayangnya, kadang kita merasa kecewa kepada diri sendiri. Bukannya melerai benang kusut, justru membuat benang kering menjadi kusut.
Hanya saja, seberapa cepat kamu bisa bangkit, itulah pertanyaannya sekarang. Atau kamu justru terperosok semakin dalam.