Terkenal akan keindahan alamnya, Jawa Barat memiliki banyak sekali tempat -- tempat yang bisa membuat semua orang terpikat oleh pesonanya. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, yang ketinggiannya mencapai 3078 mdpl. Gunung ini masuk kedalam  dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.
Nama Gunung Ciremai ini berasal dari kata "cereme (Phyllanthus acidus)", yaitu sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasanya yang sangat masam. Namun, seringkali disebut Ciremai, akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan "ci" untuk penamaan tempat (id.wikipedia.org).
Gunung ini merupakan sumber kehidupan bagi sekitar warga di kawasan kaki gunung, karena terdapat beberapa anak sungai yang sumber airnya itu dari Gunung Ciremai, selain itu warga juga banyak memanfaatkan lahan di sekitar kaki Gunung Ciremai sebagai saran amereka mencari rezeki, seperti bercocok tanam sayuran dan beternak.
Pada tahun 2004, Gunung Ciremai ini resmi menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan luas 15.500 Ha (foresteract.com). Hal itu karena Gunung Ciremai ini memiliki keragaman flora dan juga fauna di dalamnya.Â
Flora yang paling banyak diminati di Gunung Ciremai yaitu kehadiran bunga edelweiss yang dikenal dengan bunganya ketika mekar di musim kemarau terlihat sangat begitu indah dan menawan. Selain itu banyaknya keberagaman jenis fauna, seperti burung, amphibi, dan mamalia yang menghuni kawasan ini.
Selain itu, terdapat keunikan lain dari Gunung Ciremai yaitu terdapat dua kawah diantaranya kawah Barat dengan radius 400 m yang terpotong oleh kawah Timur dengan radius 600 m, dan dibagian lereng Selatan terdapat bekas titik letusan di ketinggian 2.900 mdpl, yang dikenal dengan Goa Walet.
Gunung Ciremai ini menjadi salah satu gunung primadona para pendaki di pulau Jawa, selain keunikan yang dimiliki gunung ini, gunung ini pun menyajikan panorama keindahan alamnya yang begitu menakjubkan dari puncak gunungnya dan kontur pendakian yang terkenal menanjak dan curam.
Terdapat 4 jalur pendakian untuk mendaki Gunung Ciremai ini, yaitu jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, dan Linggasana. Setiap jalur pendakian tersebut memiliki karakteristik kontur-nya masing-masing.
Untuk pemula disarankan melalui jalur Palutungan karena konturnya lumayan  landai, hanya saja jaraknya lumayan jauh. Untuk pendaki yang suka jalur yang lebih menantang ada baik mencoba jalur Linggarjati, karena konturnya yang lumayan menguras tenaga dan lumayan berbatu.Â
Kalau jalur Linggsana yang penulis tau itu merupakan jalur pendakian yang baru di buka. Jalur Apuy ini jalur primadonanya warga Majalengka karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Majalengka dan konturnya yang lumayan menanjak curam, namun estimasi waktu pendakian supaya bisa sampai ke puncak lumayan cepat ketimbang melalui jalur Palutungan.
Setiap jalur biaya administrasinya berbeda -- beda, tergantung pengelola setiap pos administrasinya. Tapi jangan risau harganya gak bakalan nyampe 100 ribu-an, paling berkisar antara 50 -- 70 ribu-an saja.