Salam Olah Raga…
Menyimak sengkarut Sepak Bola Nasional terkait dengan pembekuan PSSI oleh Menpora, saya menyimpulkan beberapa hal :
1.Menpora terkesan buru buru dalam menjatuhkan Surat pembekuan, hal ini Nampak jelas dari tanggapan balik dari KONI & KOI yang dalam SK pembekuan ditunjuk sebagai pengawas Kompetisi Liga… ternyata pihak KONI & KOI menampiknya..rupanya sang menpora belum berkoordinasi denganKONI & KOI. Hebatnya lagi, ketua KONI yang membuka kongres PSSI yang tidak diakui menpora tersebut. Jadi, Menpora menunjuk KONI & KOI lewat suratnya tanpa berkoordinasi terlebih dahulu…ah..namanya juga menterinya seorang pemuda Bro…biasa buru buru…
2.Sumber sengkarut ini adalah tentang diikutsertakannya Arema & Persebaya dalam kompetisi QNB League ( ISL ) karena dianggap ILEGAL… padahal keduanya sudah disahkan sebagai peserta sah kompetisi di lingkungan PSSI melalui kongres luar biasa sebelumnya ( dan kongres tersebut diakui AFC & FIFA ). Bahkan… sekali lagi bahkan, Arema Cronus pada musim lalu ikut serta dalam AFC Cup.. sebuah kompetisi kelas dua antar klub se Asia… lha kalau Arema adalah klub yang ILEGAL, tentunya AFC gak mau dong menyertakan Arema dalam kompetisi tersebut. Bisa bisa.. kompetisi AFC cup tahun kemaren tidak sah, karena diikuti oleh klub yang illegal… waduh gawat tingkat Asia Bro…
3.Tentunya SK tersebut menimbulkan pro dan kontra… akan timbul kegaduhan..ah..saya kok berpikir bahwa pemerintah sekarang sangat butuh yang gaduh gaduh..agar perhatian masyarakat ter-alihkan dari isu isu sentral seperti kenaikan BBM, TDL , Elpiji dll yang berdampak pada makin melaratnya Wong Cilik. Tidakkah pemerintah khawatir bahwa kegaduhan di sepakbola ini akan berimbas pada kegaduhan besar ?... logikanya sederhana… Pemerintah Bekukan PSSI è FIFA Banned sepakbola Indonesia èPersipura & Persib di diskualifikasi dari AFC Cup musim ini…. Wow…bagaimana gaduhnya Bandung…bagaimana panasnya Papua..bukankah sepakbola sudah mewujud laksana Agama kedua bagi masyarakat disana.
4.Pendapat saya bahwa PSSI bukanlah badan milik pemerintah,saat mereka menggunakan fasilitas milik pemerintah ( stadion dll ) mereka menyewa secara professional. So… menpora sudah off side dalam hal ini.
5.Membaca Pro kontra masyarakat, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat rindu berat akan prestasi, khususnya prestasi timnas. Oke secara klub, tahun kemaren Persipura masuk 4 besar dalam AFC cup.. tapi sebagai sebuah timnas..masih jauh panggang dari api..inilah PR besar PSSI setelah menuntaskan PR besar sebelumnya, yakni menyatukan Liga dan memutar kompetisi secara continue.
6.Buat Pak La Nyalla… saatnya membuktikan kualitas kepemimpinan dengan mewujudkan mimpi menaikkan rangking Indonesia di level 120-an rangking FIFA.. REALISASIKAN!!!!!!!
Ah... saya melihat kok pemerintahan sekarang kayak PBB ( Pemerintahan Belah Bambu..) ya..?
setelah belah bambu PPP, lanjut ke Golkar...KPK juga ( sampai ada statemen “Rakyat Gak Jelas” ) serta media islam ( ada situs yg di blokir ada yg ngga )..sekarang PSSI...besok siapa..lagi ?...
Terimakasih Pak Tono Suratman & Bu Rita Subowo yang tidak mau dipertentangkan dengan PSSI # Save Bal-balan Nasional
Wassalam
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI