Mohon tunggu...
Iqbal Lombok
Iqbal Lombok Mohon Tunggu... Sales - Berusaha memberi manfaat bagi peradaban

Selalu berusaha menganalisa masalah dengan menggunakan otak kanan. Juga mengelola Blog pribadi, aspirasiinspirasi@blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Pemerintah.. Setelah PSSI, Siapa Lagi..???

22 April 2015   10:36 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:48 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Olahraga. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Salam Olah Raga…

Menyimak sengkarut Sepak Bola Nasional terkait dengan pembekuan PSSI oleh Menpora, saya menyimpulkan beberapa hal :

1.Menpora terkesan buru buru dalam menjatuhkan Surat pembekuan, hal ini Nampak jelas dari tanggapan balik dari KONI & KOI yang dalam SK pembekuan ditunjuk sebagai pengawas Kompetisi Liga… ternyata pihak KONI & KOI menampiknya..rupanya sang menpora belum berkoordinasi denganKONI & KOI. Hebatnya lagi, ketua KONI yang membuka kongres PSSI yang tidak diakui menpora tersebut. Jadi, Menpora menunjuk KONI & KOI lewat suratnya tanpa berkoordinasi terlebih dahulu…ah..namanya juga menterinya seorang pemuda Bro…biasa buru buru…

2.Sumber sengkarut ini adalah tentang diikutsertakannya Arema & Persebaya dalam kompetisi QNB League ( ISL ) karena dianggap ILEGAL… padahal keduanya sudah disahkan sebagai peserta sah kompetisi di lingkungan PSSI melalui kongres luar biasa sebelumnya ( dan kongres tersebut diakui AFC & FIFA ). Bahkan… sekali lagi bahkan, Arema Cronus pada musim lalu ikut serta dalam AFC Cup.. sebuah kompetisi kelas dua antar klub se Asia… lha kalau Arema adalah klub yang ILEGAL, tentunya AFC gak mau dong menyertakan Arema dalam kompetisi tersebut. Bisa bisa.. kompetisi AFC cup tahun kemaren tidak  sah, karena diikuti oleh klub yang illegal… waduh gawat tingkat Asia Bro…

3.Tentunya SK tersebut menimbulkan pro dan kontra… akan timbul kegaduhan..ah..saya kok berpikir bahwa pemerintah sekarang sangat butuh yang gaduh gaduh..agar perhatian masyarakat ter-alihkan dari isu isu sentral seperti kenaikan BBM, TDL , Elpiji dll yang berdampak pada makin melaratnya Wong Cilik. Tidakkah pemerintah khawatir bahwa kegaduhan di sepakbola ini akan berimbas pada kegaduhan besar ?... logikanya sederhana… Pemerintah Bekukan PSSI è FIFA Banned sepakbola Indonesia èPersipura & Persib di diskualifikasi dari AFC Cup musim ini…. Wow…bagaimana gaduhnya Bandung…bagaimana panasnya Papua..bukankah sepakbola sudah mewujud laksana Agama kedua bagi masyarakat disana.

4.Pendapat saya bahwa PSSI bukanlah badan milik pemerintah,saat  mereka menggunakan fasilitas milik pemerintah ( stadion dll ) mereka menyewa secara professional. So… menpora sudah off side dalam hal ini.

5.Membaca Pro kontra masyarakat, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat rindu berat akan prestasi, khususnya prestasi timnas. Oke secara klub, tahun kemaren Persipura masuk 4 besar dalam AFC cup.. tapi sebagai sebuah timnas..masih jauh panggang dari api..inilah PR besar PSSI setelah menuntaskan PR besar sebelumnya, yakni menyatukan Liga dan memutar kompetisi secara continue.

6.Buat Pak La Nyalla… saatnya membuktikan kualitas kepemimpinan dengan mewujudkan mimpi menaikkan rangking Indonesia di level 120-an rangking FIFA.. REALISASIKAN!!!!!!!

Ah... saya melihat kok pemerintahan sekarang kayak PBB ( Pemerintahan Belah Bambu..) ya..?

setelah belah bambu PPP, lanjut ke Golkar...KPK juga ( sampai ada statemen “Rakyat Gak Jelas” ) serta  media islam ( ada situs yg di blokir ada yg ngga )..sekarang PSSI...besok siapa..lagi ?...

Terimakasih Pak Tono Suratman & Bu Rita Subowo yang tidak mau dipertentangkan dengan PSSI # Save Bal-balan Nasional

Wassalam

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun