Mohon tunggu...
Iqbal Irsanudin
Iqbal Irsanudin Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

saya tidak memiliki hobi tetap, saya menyukai hal-hal terkait flora dan fauna

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Cara Baru Nikmati Kopi Nyeni Saat Senja

18 Februari 2023   22:50 Diperbarui: 19 Februari 2023   17:13 802
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Fenomena pedagang kopi keliling dengan motor klasik ataupun vespa akhir-akhir ini sedang menjadi trend di kalangan millenial, salah satunya di Kalimantan Timur tepatnya di kecamatan Manggar, Rabu (8/2/2023) yang dikenal dengan sebutan "ngopi nyeni". Cara baru untuk menikmati kopi di sore hari dengan sensasi yang berbeda dengan berlatar pemandangan alam sawah, ditambah angin dengan balutan senja menjadi panorama estetik yang tengah digandrungi dan unik.

Tak heran sejumlah penjual kopi dadakan terus berkembang. Mulai dari trotoar jalan tengah kota, jembatan, waduk, hingga pinggir jalan perbatasan antar desa ataupun kecamatan. Keunikan lainnya, terlihat dari jam buka yang hanya pada saat sore kisaran pukul 15.00 WITA hingga 18.00 WITA. 

"Kegiatan ini merupakan langkah positif yang dapat memotivasi generasi muda dalam menumbuhkan jiwa wirausaha, melihat potensi peluang, dan tidak perlu tempat mewah untuk menikmati secangkir kopi", terang Agung, pengunjung kopi nyeni.

Para penjual kopi ini akrab dijumpai dengan motor yang telah dimodifikasi dengan menambahkan tempat pada jok belakang. Penataannya pun rapi, menyerupai warung komi mini. Peralatan yang dibawa lengkap seperti kompor, cangkir, dan beragam pilihan kopi ataupun minuman dalam bentuk kemasan. Penjual, merasa bersemangat setiap hari bercengkrama dengan pengunjung. "Inspirasi memulai usaha berawal dari melihat teman bermodalkan seadanya.

Terkadang, juga menyediakan alas tikar, tetapi banyak yang langsung duduk di pinggir jalan ataupun sawah. Sehingga, saya merasa senang dan nyaman saat berjualan diiringi pemandangan sawah yang asri", tandas Reza, penjual kopi. Hal senada juga diungkapkan oleh Fery, yang menganggap berjualan kopi keliling cukup potensial. Terlebih, budaya ngopi sudah menjadi tradisi saat kumpul bersama. "ini kali pertama buka, suka ngopi awalnya jadi buat wini warkop yang fleksibel," jelasnya.

Keuntungan yang didapatkan selain berkumpul bersama teman, juga dapat menikmati suasana sore hari sembari menikmati senja yang indah secara cuma-cuma. Meski terbilang sederhana, namun tak kalah istimewa dengan suasana di kafe fancy mewah di kota. Terpisah, penikmat kopi senja mengaku kerap menghabiskan waktu sore bersama temannya. "Ngopi seperi ini ternyata estetik, harganya juga murah daripada di kafe. Pokoknya mantap", tegas Aji.

Kopi nyeni menjadi wujud ekspresi dan eksistensi kaum milenial yang merindukan ketenangan, keindahan, dan fasilitas di ruang terbuka dengan nuansa jiwa kekinian. "Harapannya, kopi nyeni akan terus ada, memberikan dampak pada usaha UMKM khususnya kopi, dan yang terpenting menumbuhkan ide para penikmatnya," kata masyarakat sekitar.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun