Selamat berjumpa kembali sahabat Kompasianer dan Readers! Ah pengen bercerita humor lagi. Ini adalah kisah nyata yang di remake biar lebih rame dan nama dan tempat saya samarkan sahaja yah~ Hehehehehe
Kalau bacanya sambil makan-minum, hati-hati tersedak sahabat.
Baik, kalau sudah siap... kita mulai saja ceritanya.
***
Didot bikin sekampung geger. Bagaimana tidak? Anak SMA itu posting screenshot tentang dirinya yang diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri yang paling populer di Grup WA Kampung. Padahal Didot hanyalah anak seorang pedagang kecil-kecilan di emperan. Ini adalah sebuah kisah paling inspiratif, dan tidak sedikit warga kampung meneteskan air mata atas perjuangan Didot.
Usut punya usut Kawan-Kawan Didot di kampung sepulang Camping di gunung kampung. Kaget mendapat kabar kelulusan Didot.
"Ah! Si Didot kan baru Kelas 2 SMA, mana bisa-lah anak kelas 2 SMA diterima universitas, kelas tiga aja belon. Emang keterimanya jalur apa Kang?"
"Jalur testing"
"HAH!!!!"
"Wah ini anak udah macem-macem aja."
Kawan-kawan yang merasa Didot mempermainkan perasaan warga kampung, segera menggerebek Rumah Didot.