Ketika lingkungan tak terjaga karena ulah manusia, harmonisasi hubungan alam jadi tiada sehingga burung pun kehilangan dahan dan suara.
Pohon-pohon rindang tempat burung berteduh ditebang sehingga burung-burung kehilangan kandang untuk pulang.
Kicau burung adalah alunan musik semesta yang menyegarkan jiwa. Kini berganti suara mesin dan kebisingan yang membuat pusing kepala.
Melalui rajutan kata, sahabat Inspirasiana bersuara:
#1 Mas Sam
Burung kutilang nyaring bunyinya
Riang gembira menari-nari
Mari jaga lingkungan kita
Biar langgeng dan lestari
#2 Katedrarajawen
Pagi ini takbiasa lagi
Deru kendaraan sudah bising ketika belum juga muncul mentari
Kicauan burung entah ke mana pergi
Membuat sunyi hati ini
#3 Suprihati
Burung emprit menotol padi.
Paman tani beri kami semalai.
Polusi udara menjadi-jadi.
Hujan asam mengancam bumi.
#4 Indra Rahadian
Burung Nuri terbang tinggi
Terlepas riang dari sangkarnya
Jangan mengaku berpendidikan tinggi
Membuang sampah saja, tidak pada tempatnya
#5 Fatmi Sunarya
Anak-anak burung menghirup embun yang jatuh di dedaunan
Sungai mengering, tempat biasa melepas dahaga dan lelah
Kalaupun berair, keruh, dan kotor dipenuhi sampah
Mereka rindu pada sungai jernih sambil mematuki ikan-ikan berlarian
Kita tak bisa berharap pada siapa yang akan menjaga lestari semesta, semua bermula dari diri yang masih memiliki asa dan rasa.
@inspirasiana 23 September 2021
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI