Doa-doa kita sudah tak punya arah
Kau rampas birahi dengan kasar
Jemarimu singgah pada buah dada yang menggantung
Kau melumat tubuh lebih baik dari segerombolan binatang yang sedang mencari makan pada padang
Dalam nama birahi
Kau diam-diam merayap pada tubuh
Hingga telanjang tanpa busanaÂ
Karena mabuk asmara
Merobek selaput surga yang sudah bersembunyi berabad-abad
Desah perih darah suci jadi bukti
Dalam nama Birahi
Senangnya sementara
Lukanya lama
Brengsek!Â
Manusia semacam apaÂ
Datang dengan rayuan
Pergi tanpa pesan
Sedang aku rapuh merengkuh malu.
Semesta, 2023 ^Catatan di Ujung Pena^
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI