Pemerintah berencana akan menggunakan kereta gantung sebagai sarana transportasi menuju kantor bagi warga di Ibu Kota Negara(IKN) Nusantara nanti. Hal ini sendiri disampaikan oleh Menteri Perhubungan(Menhub) Budi Karya Sumadi usai lawatannya ke negeri Sakura Jepang.Â
Beliau terkesan dengan kota Chiba yang sudah menerapkan penggunaan transportasi kereta gantung lebih dulu. Di Chiba, kereta gantung digunakan sebagai sarana transportasi untuk pariwisata, karena di sana sendiri terdapat banyak dataran tinggi yang memang sesuai dengan konsep yang diterapkan kereta gantung.
Seperti yang kita ketahui, IKN Nusantara yang terletak di Kalimantan Timur ini juga memiliki banyak dataran tinggi, jadi sangat potensial untuk infrastruktur kereta gantung ini. Selain itu, Menhub juga menerangkan akan menerapkan penggunaan kereta gantung ini di beberapa tempat wisata, contohnya di Bali.Â
Rencana pembangunan kereta gantung di IKN Nusantara ini juga dinilai dapat menjadi daya Tarik dan ciri khas IKN Nusantara kita nanti, karena hingga saat ini kereta gantung menjadi hal yang asing dan sangat jarang di negara kit aini. Jadi, jika pemerintah dapat mereaisasikan dan memaksimalkan penggunaan kereta gantung di IKN Nusantara nanti, harapannya dapat menjadi sesuatu yang baru/inovatif sehingga dapat menjadi keunikan tersendiri di Ibu Kota Negara Nusantara nanti.
Harapan saya, semoga nantinya kereta gantung di IKN Nusantara ini nanti dapat direalisasikan dengan baik. Mengingat Jakarta baru saja memasuki peringkat 1 sebagai kota dengan tingkat polusi terburuk di dunia dalam seminggu terakhir ini. Diharapkan dengan pembangunan kereta gantung ini dapat mencegah hal-hal buruk seperti ini terjadi lagi.
Sebagai Ibu Kota Negara yang baru nanti tentu Nusantara akan menarik minat banyak orang untuk pergi ke sana, entah hnya sekedar berkunjung atau menetap dan mencari kerja. Dengan penerapan kereta gantung nanti tentu dapat mencegah peningkata populasi akibat penggunaan kendaraan pribadi yang membeludak, sehingga hal-hal seperti yang terjadi di Jakarta saat ini dapat dihindari.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI