Mohon tunggu...
Indira Abidin
Indira Abidin Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Belajar dari Hannah, Nenek Yesus

24 Desember 2018   20:20 Diperbarui: 24 Desember 2018   20:39 459
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hannah binti Faqudz adalah perempuan mulia, istri Imran, ibu dari Maryam dan nenek dari Nabi Isa as. Sebagai istri Imran, seorang pemimpin yang sholeh, ia pun sangat zuhud dan rajin beribadah. Hannah adalah perempuan yang dianggap mandul, karena tak juga punya anak sampai usia tuanya. 

Suatu hari Hannah duduk dan melihat seekor burung memberi makan anaknya. Tersentuhlah hatinya dan ia pun menjadi sangat ingin memiliki seorang anak. Hannah pun berdoa pada Allah, bahwa kalau sampai ia punya anak, anaknya akan didedikasikan untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Dan tak lama kemudian ia pun hamil.

"(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Ali Imran:35)

Saat ia hamil, ia menyampaikan pada suaminya mengenai nadzarnya memberikan anak yang dikandungnya untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Imran pun kemudian mengingatkan, bahwa bisa saja anaknya itu perempuan. Perempuan adalah aurat yang tak bisa tinggal di Baitul Maqdis. Hanya anaklaki-laki yang berkhidmat di sana. Maka sedihlah Hannah menyadari kemungkinan tersebut.

Saat bayinya lahir, ternyata benar, bayinya perempuan. Maka Hannah pun berdoa dengan doa yang diabadikan Allah dalam Quran:

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku melindungkannya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk." (QS.Ali Imran:36)

Allah pun menerima nadzar Hannah dengan penerimaan yang baik. Artinya Allah sukseskan nadzar tersebut sehingga semua berlangsung lancar dan memuaskan hati Hannah. Saat itu Imran sudah meninggal.

Maka diterimalah (permohonannya itu) oleh Tuhannya dengan  penerimaan yang baik, ...(QS.Ali Imran:37)

Bagaimana Allah "menerima" persembahan Hannah tersebut? 

  1. Allah menjadikan Maryam perempuan suci, tak diganggu setan, bahkan sejak ia bayi, terkabulnya doa Hannah. 
  2. Maryam diterima menjadi pengurus Baitul Maqdis, meskipun ia anak perempuan. Hal ini adalah hal yang sangat tidak bisa diterima sebelumnya.
  3. Allah bekerja dengan menjadikan Zakaria sebagai penanggung jawab Maryam di Baitul Maqdis
  4. Allah memelihara Maryam. Makanan muncul di kamarnya diantar oleh malaikat, kehidupannya pun selalu baik, meskipun ia tinggal dalam lingkugan yang tidak bersahabat dan tak lazim di masa itu.

Coba kita simak bagaimana semua itu terwujud.

Tidak ada seorang bayi pun dari anak Adam yang terlahir kecuali ia pasti mendapatkan tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis dan  menjerit karenanya, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa AS)." (HR. Bukhari dan Muslim)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun