SOP dan fasilitas evakuasi harus didukung dengan latihan agar masyarakat memahami langkah yang perlu diambil saat bencana terjadi.
Salah satu hal yang paling penting adalah pengembangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berupa sirine yang akan aktif jika terjadi lonjakan signifikan pada permukaan air laut.
Kedepannya Aceh akan terus mendukung upaya tersebut dan mengambil peran aktif dalam memperkuat sistem peringatan dini di kawasan rentan bencana.
Simposium ini terdiri atas 8 sesi, 69 poster, serta pameran dari lembaga dalam dan luar negeri. Para pakar mengisi simposium ini dalam 8 sesi.
Ada juga sambutan khusus pemerintah Aceh kepada para delegasi simposium dalam acara gala dinner.
USAid juga mengadakan pameran khusus di museum tsunami tentang foto-foto kenangan saat terjadinya bencana tsunami dan pasca bantuan untuk masyarakat Aceh.
Disela-sela acara juga diadakan dimulasi gempa bumi, semua peserta berlindung dan segera keluar ruangan simposium.
Para peserta simposium juga berkunjung ke daerah yang pernah terkena tsunami serta study ke museum tsunami.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H