JAKARTA-Independent, Di kota Banda Aceh tepatnya di desa Bitay ada suatu pusat sejarah yang bernama Pusat Sejarah Peradaban Islam Aceh Turki atau terkenal dengan PUSPIATUR.
Ada beberapa catatan sejarah penting dalam pendirian Pusat Sejarah Peradaban Islam Aceh Turki yaitu antara lain:
CATATAN sejarah
1300 Â Kesultanan Turki Utsmani didirikan
1435 Â Kota Konstantinopel berhasil ditaklukan oleh sultan Muhammad alfatih pada hari Selasa 29 Mei 1453 M.
"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata:Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma? Rasul menjawab, "Kota Heraklius dibuka lebih dahulu." Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
1511 Â Malaka (Malaysia) diduduki oleh Portugis. Kerajaan Aceh merasa terancam dengan jatuhnya Malaka (Malaysia) yang dikuasai oleh Portugis pada 18 Agustus 1511 M.
1564 Â Sultan Aceh mengirim utusan ke Istanbul-Turki (1563-1565)
1566 Â Sultan Selim II, Sultan Turki Utsmani naik tahta pada 30 September 1566 M. Beliau adalah Ottoman ke-11 atau khalifah ke-76. Sejak hari itu Sultan Selim II membuka babak baru hubungan kerajaan Turki Utsmani dengan kesultanan Aceh.
Delegasi dari Turki Utsmani datang ke Aceh dipimpin Panglima Perang Kurdoglu Hizir Reis. Ada 300-500 pasukan perang yang datang ke Bitay Banda Aceh. Disini terkenal seorang ulama sufi besar asal Palestina yang bernama Mustafa Ghazi bin Muthalib Ghazi atau Teungku Di Bitay.