JAKARTA-Independent, Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahabatan dengan kesultanan Turki Utsmani.
Catatan penting tersebut dalam kita temukan dalam sebuah buku sejarah yang berjudul," Turki Utsmani-Indonesia, Relasi dan Korespondensi Berdasarkan Dokumen Turki Utsmani."
Buku ini baru saja diluncurkan pada bulan Desember 2017, dan diterbitkan oleh Hitay Energy Holdings. Pada kunjungan Tim Hitay Energy Holdings ke Banda Aceh baru-baru ini, Jumat  2 Februari 2018, pimpinan Hitay Energy Holdings yaitu Emin Hitay bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan membahas kerjasama dibidang geothermal.
Emin Hitay  juga menyerahkan buku khusus setebal 600 halaman kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang berjudul,"Turki Utsmani-Indonesia, Relasi dan Korespondensi Berdasarkan Dokumen Turki Utsmani."
Ini adalah sebuah buku sejarah pertama yang mengkompilasi puluhan naskah otentik menggambarkan detil hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dengan Turki Utsmani di abad ke-16 hingga ke-19. Buku tersebut disusun dalam kurun waktu hampir 3 tahun sejak tahun 2014 oleh  para cendikiawan sejarah Turki yang terkenal seperti Prof. Ismail Hakki Goksoy, Mehmet Akif Terzi, Agmet Ergun dan Mehmet Alacagoz.
Hari Rabu, 14 Februari 2018, Kepala PUSPIATUR-Pusat Sejarah Peradaban Islam Aceh Turki (Rachmad Yuliadi Nasir) mendapat informasi dari seorang sahabat Turki (Emin Hitay) agar menghubungi petugas kantor Gubernur Aceh untuk hadiah satu buah buku sejarah.
Setelah menghubungi biro humas, akhirnya Kamis, 15 Februari 2018 jam 10:55 WIB, di ruang kantor humas Gubernur Aceh diserahterimakan sebuah buku yang berjudul,"Turki Utsmani-Indonesia, Relasi dan Korespondensi Berdasarkan Dokumen Turki Utsmani."
Rachmad Yuliadi Nasir (WA:0888.7211.300 FB/tragedi.gurita)
Galery Photo: