Mohon tunggu...
Inayatun Najikah
Inayatun Najikah Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Pecinta Buku

Belajar menulis dan Membaca berbagai hal

Selanjutnya

Tutup

Diary

Menahan Bukan Melarang

18 September 2024   15:35 Diperbarui: 18 September 2024   15:42 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saya sadar selama menjalani kisah denganmu, saya lah yang sering kali menahan akan keinginan-keinginanmu, ambisimu, bahkan langkah yang ingin kau lalui. Saya tidak bermaksud merendahkan atau menganggap salah setiap langkah yang kamu ambil. Maksud tujuan saya adalah memberimu gambaran pada sisi yang lain sehingga nantinya kamu dapat memilih pilihan terbaik diantara yang baik. Dan apapun keputusanmu saya pasti akan selalu mendukung dan menemani.

Saya minta maaf apabila langkah saya dalam mencintaimu dengan seperti itu malah membuatmu tersiksa. Karena yang saya tahu sejak kecil hingga dirimu dewasa sekarang, kamu tak ingin merepotkan orang lain sekalipun itu adalah orang terdekatmu. Dan dengan menjalani kisah bersama saya, kamu pelan-pelan belajar untuk menyeimbangkan apa yang saya anggap benar dalam menjalani sebuah hubungan kisah kasih. Terimakasih ya sayang sudah mencintai saya dengan cara yang kamu mampu.

Sayang, jujur kadang saya masih merasa kecewa dengan janji yang kamu ingkari. Maka dari itu ketika saya dalam mode seperti ini, pasti memilih untuk berdiam diri. Menyelaraskan kembali akal dan hati, serta meredam segala emosi. Ego saya terkadang masih mendominasi. Inginnya saya lah orang pertama yang mendapat kabar atau pesan darimu sebelum orang lain.

Namun, seiring berjalannya waktu dan barangkali semakin dewasanya kita dalam menjalani kehidupan ini, perlahan saya belajar menerima. Saya sadar jika hanya menjadi persinggahan. Dimana tempat yang kadang dikunjungi saat dibutuhkan saja, dan pasti akan ditinggalkan jika dirasa sudah selesai dalam bersinggah.

Saya percaya Tuhan menakdirkan kita seperti ini tentu ada maksud dan tujuannya. Benar katamu sayang. Kita hanyalah seorang hamba yang seharusnya tunduk patuh pada ketentuan dan ketetapan-Nya. Lebih dari itu semua, saya kini mampu berbahagia dengan sebenarnya tanpa dihalangi oleh apapun. Bahagia saya adalah ketika melihat dirimu bahagia. Maka senantiasa berbahagia lah sayang. Saya akan belajar dan terus belajar dalam memahami dirimu. Saya mencintaimu dengan apa adanya. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun