-Pulau Kecil Tak Layak Tambang
Ini merupakan tulisan saya yang kedua tentang penolakan terhadap rencana kegiatan penambangan batubara di daratan Pulau Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Sebelumnya pada 16 April 2010, saya menulis di Kompasiana dengan judul "Pulau Laut Jangan Ditambang".
Terkait rencana eksploitasi tambang batubara di daratan Pulau Laut, sempat ditentang oleh beberapa LSM. Terlebih ketika larangan kegiatan penambangan di daratan Pulau Laut melalui SK Bupati Kotabaru, dicabut oleh Syahrani Mataya menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati Kotabaru untuk periode kedua.
Tak hanya para Penggiat LSM yang menolak rencana penambangan di daratan Pulau Laut, tapi tak sedikit warga dan para tokoh setempat yang menolaknya. Mereka yang menolak ini tak melalui banyak pertimbangan secara teknis, tapi melihat secara nyata dan faktual terhadap kondisi dan luas daratan Pulau Laut yang menurut mereka berukuran kecil, dan tak layak untuk ditambang. Luas daratan Pulau Laut ini diketahui sekira 1.873,36 kilometer persegi, terdiri dari wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara, Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Timur, Pulau Laut Barat, dan Pulau Laut Selatan.
-Kotabaru tak cuma Pulau Laut
Rencana daratan Pulau Laut untuk ditambang ini cukup mengundang pemikiran dan pertanyaan. Kenapa mesti menambang di daratan Pulau Laut ? Bukankah wilayah Kabupaten Kotabaru yang berada di daratan Pulau Kalimantan justru lebih luas untuk ditambang ?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat wajar terlontar, dikarenakan menyimak kondisi daratan Pulau Laut yang dihuni banyak penduduk dengan kebutuhannya akan lingkungan alam yang nyaman, ramah lingkungan, serta sumber daya alam yang masih terjaga.
Kekhawatiran banyak warga di daratan Pulau Laut adalah, jika terjadi penambangan, maka alam akan menjadi rusak; kawasan hutan tergerus oleh areal pertambangan, sumber air pun menjadi langka, disamping itu wajah daratan Pulau Laut akan dipenuhi oleh lubang-lubang besar bekas tambang yang tak direklamasi seperti halnya di daratan Pulau Kalimantan.
Kenyataan tersebut sudah sempat terjadi sebelum kegiatan pertambangan batubara dilarang menjelang tahun 2000. Di wilayah Desa Selaru dan Sungai Jupi, terdapat kegiatan pertambangan batubara pada waktu itu. Kenyataannya keberadaan kegiatan tambang batubara disana pasa waktu itu, tak memberi kontribusi yang berarti bagi warga setempat.
-Tambang saja di daratan Pulau Kalimantan
Adalah beberapa perusahaan yang berada dibawah bendera PT. Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) yang menurut informasi akan melakukan kegiatan penambangan batubara di daratan Pulau laut. Untuk itu beberapa perusahaan tersebut gencar dalam memberikan bantuan bagi pembangunan di daratan Pulau Laut. Ibaratnya ada "sesuatu" dibalik kebaikan pemberian bantuan tersebut.