puisiku untuk mereka yang tak lagi mampu mengalirkan kata-kata
saat air bah lebih dulu membanjiri katup nafasnya
pesannya jauh menjebol tanggul-tanggul bibir sungai
menuju gelisah laut lepas
Â
pada cakrawala yang masih tersisa
uap air memanjat awan
menggumpal menyisir balai-balai gigil persemayaman
merekam gelayut rindu titahNya
kepada siapa ia harus menggandengnya
Â
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!