Mohon tunggu...
Imam Muhayat
Imam Muhayat Mohon Tunggu... Dosen - Karakter - Kompetensi - literasi

menyelam jauh ke dasar kedalaman jejak anak pulau

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tangis, Kata-kata Air

1 Oktober 2016   02:17 Diperbarui: 1 Oktober 2016   02:27 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

puisiku untuk mereka yang tak lagi mampu mengalirkan kata-kata

saat air bah lebih dulu membanjiri katup nafasnya

pesannya jauh menjebol tanggul-tanggul bibir sungai

menuju gelisah laut lepas

 

pada cakrawala yang masih tersisa

uap air memanjat awan

menggumpal menyisir balai-balai gigil persemayaman

merekam gelayut rindu titahNya

kepada siapa ia harus menggandengnya

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun