Tak ada salahnya Timnas Brasil memanggil tombak Fiorentina Arthur Cabral. Pemain berumur 24 tahun itu terlihat menjanjikan.
Memang rekening gol Cabral tidak menjulang tinggi. Tapi dia adalah topskor Fiorentina musim ini.Â
Kini Cabral sudah membuat 14 gol pada semua ajang di Fiorentina musim ini. Dengan usia yang masih muda, ada potensi bagi Cabral untuk makin tajam.
Jika dilihat cara dia bermain, Cabral adalah tipikal penadah. Banyak gol-gol yang dia buat berasal dari satu sentuhan, entah kaki atau kepala.
Misalnya saja gol ke Cabral ke gawang Cremonese di Liga Italia, dia hanya mencocor bola saja. Gol terbarunya melawan Lech Poznan juga hanya satu tembakan.
Artinya, Cabral memiliki kemampuan penempatan posisi yang bagus. Sehingga dia bisa menerima umpan dan langsung mengeksekusi ke gawang lawan.
Apalagi, jika melihat Brasil di Piala Dunia lalu, sosok penadah tak mereka punyai. Penyerang Brasil diisi pelari atau penggocek bola.
Dengan adanya Cabral di depan Timnas Brasil, maka si penggocek dan pelari memiliki ujung tombak sebagai penyelesai. Bisa jadi juga, kemampuan Cabral berpotensi meningkat jika dia masuk skuad Brasil.
Bisa juga, dia jadi mesin gol baru untuk Brasil. Jika Cabral terus berkembang dan makin subur, tahun depan dia bisa jadi andalan  bagi Brasil di Copa America.
Jika Cabral tak kunjung dipinang, bisa jadi dia akan diembat negara lain. Khususnya jika Cabral memang memiliki darah di luar Brasil.