Comeback adalah bukti mental yang bagus. Tertinggal lebih dahulu, akhirnya bisa menang. Di tangan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia senior cukup rajin comeback.
Terhitung sejak laga melawan Taiwan sampai Curacao, Indonesia bermain 19 kali. Hasilnya, 12 kali menang, 4 kali seri, 3 kali kalah.
Di tangan STY, persentase kemenangan Indonesia lebih dari 50 persen. Selain itu, ada fenomena yang menarik soal comeback.
Dari 12 kemenangan, empat kemenangan didapatkan dari comeback. Berarti sepertiga kemenangan Indonesia didapatkan dari comeback. Ini adalah fenomena bagus terkait mental yang mau bertarung ketika sempat tertinggal.
Comeback pertama adalah laga melawan Malaysia di AFF 2020. Saat itu, Indonesia tertinggal satu gol. Kemudian mampu membalikkan kedudukan dengan menang 4-1.
Kemenangan atas Malaysia saat itu benar-benar bikin puas. Selain comeback juga karena permainannya juga bagus.
Comeback berikutnya di laga uji coba melawan Timor Leste. Sempat tertinggal satu gol, Indonesia bangkit menang 4-1. Pada laga Januari 2022 itu, sekalipun menang, banyak yang tak puas dengan performa anak asuh Shin Tae-yong.
Ketiga adalah comeback lawan tuan rumah Kuwait di kualifikasi Piala Asia 2023, Juni lalu. Sempat tertinggal satu gol, Indonesia mampu menang 2-1.
Bagi saya, laga lawan Kuwait adalah comeback terbaik. Sebab, bermain di kandang Kuwait, di laga penting, dan jadi penentu kelolosan Indonesia ke Piala Asia 2023.
Keempat adalah yang terbaru, yakni comeback melawan Curacao Sabtu lalu. Sempat tertinggal satu gol, Indonesia akhirnya menang 3-2.
Mentalitas tak mau kalah sudah terlihat. Empat kali comeback dalam rentang kisaran satu setengah tahun adalah hal yang menjanjikan.