Saat gelimang cerita Lionel Messi menyeruak, nama sang ayah yakni Jorge Messi juga mengapung ke permukaan. Tapi tidak dengan ibunda Messi, Celia Cucittini. Sang ibu memang tak terlalu familiar, bahkan cenderung tak dikenal karena dia memang rendah hati.
Beberapa momen soal kehidupan Celia diungkap tycsport, media Argentina. Celia dulunya adalah seorang pekerja di bengkel kumparan magnet. Namun, pada akhirnya dia memilih menjadi ibu rumah tangga untuk empat anaknya.
Pada 24 Juni 1987, Celia bersama Jorge pergi ke rumah sakit di Rosario, Argentina ketika pagi buta kisaran jam 03.00 waktu setempat. Lama di rumah sakit, pada pukul 16.20, sang jabang bayi lahir.
Mulanya Celia ingin menamai anaknya Leonel. Tapi, Jorga tak terlalu suka anaknya dipanggil Leo. Jorge mengubah keinginan sang istri dengan satu huruf. Bukan Leonel tapi Lionel.
Pada akhirnya, Lionel pun tetap menjadi Leo, nama sapaan Messi. Kala pertumbuhan sang anak tak normal, suntikan di kaki jadi pemandangan Messi kecil.
Suntikan untuk memperlancar pertumbuhan. Tapi, memang tak murah untuk mengonsumsi hormon itu. Newell's Old Boys klub Messi itu, enggan ambil risiko untuk membiayai Si Kutu.
Lalu ada jalan ke River Plate, tapi Newell's juga tak mau melepas bocah ke River. Tak ada cara lain selain membawa sang anak ke Eropa, ya ke Barcelona.
Boyonganlah keluarga empat anak itu ke Barcelona. Namun, si bungsu yang masih enam tahun, alias adik Messi yang perempuan, tak bisa adaptasi. Sang kakak juga kangen dengan pacarnya.
Pada akhirnya, keluarga itu balik ke Argentina dan Messi ditinggal sendirian di Barcelona. Bukan perkara mudah bagi Celia melepas anak sendirian di kota yang sangah jauh dari kampung halaman.
Untuk menghalau sedih, tiap dua sampai tiga hari sekali, Celia menelepon Messi, kadang juga mengirim surat elektronik untuk melepas rindu. Maka, jika banyak yang berjasa pada awal karier Messi di Barcelona, Celia adalah sosok yang paling berkorban.
Pada akhirnya, seperti yang diketahui, Messi jadi bintang. Tapi, Celia tetaplah Celia, dia jadi sosok yang tak bergelimang popularitas. Wartawan di Katalan, Xavier Purcalla memberi testimoni tentang Celia. Jika Celia berjalan dan bertemu orang, maka si orang itu tak mengenali Celia sebagai ibu dari superstar.