Saat ini, tepatnya tanggal 20–22 Juni 2016 merupakan hari yang istimewa bagi saya dan keluarga, karena pada tanggal-tanggal tersebut masyarakat yang tinggal di belahan bumi utara mengalami siang hari terpanjang sepanjang tahun 2016, tidak terkecuali kami yang tinggal di Moskow, Ibu Kota Rusia. Selain, itu yang membuat lebih istimewa lagi adalah fakta bahwa waktu siang terpanjang tersebut bertepatan dengan pertengahan bulan Ramadan 1437H, atau tepatnya tanggal 15–17 Ramadan. Walaupun untuk wilayah Moskow sendiri, ini bukanlah siang terlama karena masih ada wilayah yang mengalami siang lebih lama dari pada Moskow, yaitu di wilayah-wilayah yang terletak di sebelah utara Moskow.
Jika kita perhatikan pada jadwal sholat Bulan Juni 2016 yang dikeluarkan oleh www.manar.ru, terlihat bahwa sejak tanggal 1 waktu terbit fajar (subuh) pukul 02.11 dan bergerak semakin pagi sampai puncaknya terbit fajar pukul 01.51 yang terjadi pada tanggal 20–22 Juni untuk selanjutnya bergerak ke arah sebaliknya sampai dengan tanggal 30 Juni di mana terbit fajar (subuh) terjadi pada pukul 01.59.
Sementara itu, waktu matahari terbit juga bergerak semakin pagi, yaitu pukul 03.52 pada tanggal 1 Juni dan puncaknya pada tanggal 13–22 Juni 2016, di mana matahari terbit pada pukul 03.44. Setelah itu kembali bergerak ke arah sebaliknya sampai dengan tanggal 30 Juni, di mana matahari terbit pada pukul 03.49.
Di sini lain, waktu matahari terbenam juga mengalami perubahan atau pergerakan ke arah semakin malam, yaitu pukul 21.03 pada tanggal 1 Juni 2016 dan mencapai puncaknya pada tanggal 20–27 Juni 2016, di mana matahari terbenam pada pukul 21.19 dan kembali ke arah lebih sore sampai dengan tanggal 30 Juni 2016, yaitu pukul 21.18.
Dengan demikian puasa terlama dalam sehari akan dialami umat Islam di wilayah Moskow pada tanggal 20 – 22 Juni 2016, yaitu selama 19 jam 28 menit, seperti terlihat pada grafik berikut.


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silakan baca tulisan Ibu Hesti Edityo di Kompasiana dengan link ini atau ini.
Bagi yang belum pernah mengalami, termasuk saya sendiri, sempat bertanya dalam hati bagaimana rasanya puasa selama 19 jam lebih? Apakah saya dan keluarga, terutama anak kedua saya yang baru duduk di kelas VII SMP akan mampu menjalani puasa selama itu?
Teman-teman yang telah lama tinggal di Moskow dan pernah mengalami puasa dengan durasi seperti itu mengatakan tidak ada masalah, insya’ Allah kita mampu. Ya dan benar saja, sampai tulisan ini saya buat, berarti telah 16 hari kami menjalani puasa dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar.
Salah satu teman SMA yang pernah bertemu semenjak lulus SMA dan baru saja bertemu melalui grup WA mengatakan bahwa 14 jam, 19 jam atau berapa pun lamanya puasa, itu hanya hitungan matematika saja, karena sebenarnya 'rasa' yang kita rasakan sama saja. Setelah saya renungkan, benar juga ucapan teman tadi, walaupun saya masih belum paham betul makna ucapan itu.