Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Makna Menjadi Seorang "Pageant Lovers"

9 Maret 2020   08:06 Diperbarui: 10 Maret 2020   02:20 4316
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Frederika Alexis Cull saat diantar oleh pageant lovers yang sebagian besar pria sebelum mengikuti ajang Miss Universe 2019. Sumber - https://medium.com/@pageantempire

Maklum, sebagian besar televisi di dekat tempat tinggal menayangkan acara dangdut dan sepak bola. Yah meski kadang suara saya membuat kaget saat perwakilan yang saya dukung berhasil masuk ke babak selanjutnya, tetapi tidak sekeras saat ada gol yang masuk. 

Berbicara sejak kapan saya suka dengan ajang semacam ini, sebenarnya saya sudah menggemarinya sejak SD. Pemilihan Puteri Indonesia 2001 yang memenangkan Angelina Sondakh adalah kesan pertama yang tak terlupakan bagi saya. 

Saat itu, saya cukup takjub dengan pembawaan Angie yang begitu tenang menjawab pertanyaan dengan bahasa Inggris. Saya juga menulis siapa saja yang masuk TOP 10, TOP 5, dan TOP 3 untuk saya pamerkan kepada teman-teman di sekolah. Saya rela tidur larut malam demi melihat siapa yang jadi pemenang.

Puteri Indonesia 2004 Artika Sari Devi menjadi salah satu sosok yang tak terlupakan. Keberaniannya mendobrak untuk bisa tampil di Miss Universe setelah negara ini lama vakum menjadi kekaguman saya. 

Dari Artika, saya belajar bahwa cantik tidak melulu dari soal tinggi badan atau pun wajah. Aura puteri yang terpancar darinya dan kcerdasan lahir batin adalah salah satu patokan kecantikan itu.

Dan pastinya, Frederika Alexis Cull masih menjadi Puteri Indonesia yang akan saya kenang. Ia begitu berani tampil maksimal dengan kepercayaan diri yang tinggi. Ia turut serta menebalkan rasa nasionalisme saya yang sempat luntur lantaran kondisi bangsa ini yang kurang baik.

Makna lain yang bisa saya dapat dengan menjadi pageant lovers adalah tidak habisnya stok wanita cantik Indonesia. Cantik luar dalam yang begitu memesona. 

Di tengah pesimisme peran wanita masa kini akibat berbagai stigma yang mendera, saya masih yakin wanita Indonesia adalah wanita pilihan di muka bumi ini. Yang salah seorang diantaranya telah melahirkan saya ke dunia. 

Makanya, dengan menjadi pageant lovers, saya berharap tetap bisa memuliakan wanita Indonesia, entah ibu, istri saya nanti, teman-teman wanita, dan wanita lain yang saya temui. 

Bagi beberapa orang, kontes kecantikan adalah hal yang sia-sia. Saya kurang sepakat akan hal ini. Saya kembalikan lagi, apakah ada korban jiwa akibat perseteruan dari fans ajang kecantikan? Apakah ada efek kerusuhan yang ditimbulkan? Bagaimana dengan kompetisi sepak bola, terutama di negeri ini yang kerap menimbulkan korban jiwa? 

Bukannya saya mengecilkan peran sepak bola, tetapi jika kita renungkan, perang yang terjadi hanya berada di jejaring sosial media dan rata-rata akan hilang sendirinya saat ada pemenang baru yang diumumkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun