Mohon tunggu...
STP Bogor
STP Bogor Mohon Tunggu... Sales - Digital Marketing at Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Senang Menulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Jadi Jutawan dari Usaha Kuliner

3 Desember 2022   10:59 Diperbarui: 3 Desember 2022   11:15 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Usaha kuliner adalah ladang penghasilan yang sangat menjanjikan. Di era ini beragam usaha kuliner makin diminati masyarakat dan pasarnya makin luas. Khususnya setelah aplikasi pesanan makanan online populer digunakan,orang dari berbagai tempat ingin mencoba makanan-makanan unik dan menggugah selerak. Kini banyak jutawan muda lahir berkat bisnis makanan atau minuman yang mereka jalani.

Melihat peluang yang menjanjikan tersebut, Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor pada tanggal 26 November 2022 pk.09.00-11.30 menggelar Webinar Kewirausahaan yang mengambil tajuk, 'Jadi Jutawan Dari Usaha Kuliner'. Maksud kegiatan ini diselenggarakan antara lain untuk memotivasi dan memberi bekal pengetahuan kepada kaum muda, kalangan pelajar, dan mahasiswa yang memiliki minat di bidang kuliner untuk mulai merancang dan terjun memulai usaha masing-masing.

Kegiatan webinar yang diinisiasi oleh MAIDAR SIMANIHURUK,M.Pd.,M.PAR selaku Ketua Program Studi D4 Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Anthony Christoper pemilik bisnis katering 'Sunda Yuk', Frans dari 'Burger Bangor'.  Webinar ini mendapat atensi yang sangat luas. Total peserta mendaftar adalah 242 peserta yang didominasi oleh peserta dari generasi milenial tingkat SMK/ SMA dan mahasiswa (89.7%).  Ada sekitar 120 peserta online yang hadir mengikuti sampai akhir.

Pembicara pertama, Anthony Christoper menjelaskan pengalamannya dalam menyusun strategi usaha katering 'Sunda Yuk' miliknya yang menjadi fondasi kesuksesannya saat ini. Menurut Anthony, dalam memulai usaha, pertama-tama kita harus menyelami masalah dan kebutuhan di sekitar kita sehingga sehingga usaha kita bukan hanya menghasilkan profit tapi juga benefit kepada pelanggan yang memakai jasa usaha kita.

Anthony juga menjelaskan tentang pentingnya analisa pasar secara demografis serta perilaku konsumen di media sosial. Berdasarkan survei 71% konsumen media sosial lebih cenderung merekomendasikan merk kepada orang lain jika mereka memiliki pengalaman yang positif. Oleh karena itu, Anthony menekankan soal penguatan brand produk sehingga brand kita bisa muncul dan muda diingat orang. Di sisi lain, Anthony juga berbagi pengalamannya terkait pesaing. Baginya pesaing dapat membantu kita memahami bagaimana meningkatkan strategi bisnis. Dengan membandingkan produk kita dengan produk pesaing maka kita diajari untuk menciptakan keunggulan dan meningatan perhatian pelanggan terhadap poduk kita.

Pembicara kedua, Franz owner Burger Bangor  yang memperkenalkan Burger Sehat yang selama 29 Bulan teah memiliki 300 Outlet di seluruh Indonesia. Saat ini sudah lebih dari 12 Juta Pcs Burger Terjual serta menciptaka peluang kerja bagi 1250 orang. Menurutnya untuk sukses diperluka 97% ketekunan dan 3% Luck.

Franz ketika memulai usahanya juga melakukan riset pasar, bencmarking,serta menyelami kompetitornya. Franz dalam hal ini juga memilih role model utuk scale up bisnisnya. Tips penting lainnya adalah harus memiliki advisory mentor yang pernah berpengalaman di bidangnya.Yang tak kalah penting menurutnya adalah konsistensi produk & strategi harga serta branding.

Filofosi dasar Bangor Group adalah keberanian yang terukur:  'Tidak bangor tidak ada hidup!' Sasaran langkah 3-5 thn pertama adalah menjadi rantai burger lokal pertama di indonesia dari cengkareng ke Indonesia kemuian langkah kedua dari Indonesia ke dunia.

Dokpri
Dokpri
Untuk membangun brand yang kuat Franz menjelaskan lima hal yang perlu diperhatikan, yaitu Brand Blue Print, Brand Delivery, Brand Equity, Loyalitas, dan profit.  Franz menjelaskan bagaimana dia membangun Brand Burger Bangor melalui 10 langkah, yaitu Nilai Rasional, Nilai Emosional Cetak Merek Biru,  Identitas Visual, Pengiriman Merek Merek Comm, Terbentuk Persepsi & Ekspektasi Ekuitas Merek, Beli Di Distribusi Channel Proof, Konsumsi Produk Burger Rendah Lemak Dengan 100% Sapi Australia, Reputasi Bangor Care, Loyalitas Bisa Di Nikmati Semua Kalangan, dan yang terakhir adalah Keuntungan. Sensasi untuk bisa menikmati kelezatan Burger Bangor bukan tergantung dari rasa, harga, selera, gaya hidup, status sosial maupun level stress andal tapi lebih kepada bagaimana anda bersyukur hari ini.


Webinar yang diselenggrakan Program Studi Diploma Empat Perhotelan yang diselenggarakan pada tanggal 26 November 2022, bertajuk "JADI JUTAWAN DARI
KULINER, Belajar Dari Kisah Sukses Para Pengusaha Milenial" ini berhasil diselenggarakan dengan lancer, efektif dan sesuai harapan.  Antusiasme para peserta dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, di mana masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab oleh narasumber karena terbatasnya waktu.  

Dokpri
Dokpri

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun