VT akhir – akhir ini sering murung, matanya berkaca – kaca, memukulkan tangan ke pahanya, menggebrak pintu ketika jam istirahat. VT berfikir ia tidak punya dan temannya tidak mau bermain dengannya.
IN adalah siswa yang sangat menyukai bola. Ia terlihat bersemangat setiap kali bercakap dengan temannya terkait dengan bola. Namun, beberapa minggu ini ia terlihat kurang termotivasi mengobrol dengan temannya. Saat istirahat, IN akan menyendiri, dan ia juga memunculkan perilaku lebih suka mengolok – olok temannya.
OC terlihat sering bersitegang dengan IN. Setiap pelajaran di kelas maupun saat istirahat, OC akan berteriak dan meminta IN diam, dan juga berdebat dengan IN. Sudah hamper tiga minggu ini, saat istirahat OC kurang termotivasi bermain dengan teman – temannya.
PR adalah siswa yang aktif bercakap dengan teman. Namun , beberapa minggu ini ia sering diam saat di kelas maupun istirahat. Terkadang ia juga matanya bercaka – kaca
Praktik ini penting untuk dibagikan dikarenakan :
- Dapat menjadi alternatif solusi efektif untuk memberikan layanan konseling kelompok bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
- Penerapan metode penguatan positif , sintak – sintaknya mudah dipahami oleh peserta didik berkebutuhan khusus. Metode ini minim teori dan lebih mengutamakan praktek secara langsung sehingga lebih mudah dimengerti dan dipahami.
- Metode penguatan positif menciptakan kondisi baru untuk anak berkebutuhan khusus untuk belajar perilaku adaptif.
- Media dan Alat/bahan pembelajaran tersaji secara visual, sehingga mudah dimengerti, dan dampaknya siswa lebih termotivasi mengikuti kegiatan layanan.
- Proses bembelajaran terstruktur.
- Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator antar kelompok agar dinamisasi tercipta melalui kegiatan diskusi.
- Evaluasi proses dan evaluasi hasil bisa dicapai sesuai dengan tujuan layanan.
Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini antara lain :
- Memperoleh bimbingan dalam proses penyusunan rencana pembelajaran PPL Siklus 4
- Berdiskusi dan mempresentasikan hasil penyusunan rencana pembelajaran PPL Siklus 4 bersama dosen, guru pamong, dan teman-teman mahasiswa PPG.
- Melakukan revisi perbaikan rencana pembelajaran PPL Siklus 4 berdasarkan sharing dari hasil diskusi dan presentasi yang sudah dilakukan.
- Mengunggah perangkat pembelajaran PPL Siklus 4 di LMS.
- Melaksanakan PPL Siklus 4
- Mendokumentasikan dalam bentuk video proses pelaksanaan PPL Siklus 4
- Mengunggah video tanpa editing (original) pada LMS.
- Mengunggah video yang sudah di edit durasi 15 menit pada LMS.
- Melakukan refleksi kegiatan yang sudah dilaksanakan
Tantangan :
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,
Yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yaitu:
- Perilaku peserta didik berkebutuhan khusus yang terkadang memunculkan “challenging behavior” diantaranya tantrum, meltdown dll
- Kesiapan perserta didik berkebutuhan khusus dalam proses pembelajaran.
- Kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus dalam memahami materi yang disajikan.
- Keaktifan peserta didik berkebutuhan khusus dalam konseling individu
- Motivasi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti proses layanan mulai awal sampai akhir
Yang terlibat pada PPL Siklus 4 yaitu :
- Peserta didik berkebutuhan khusus sebagai sentral dalam proses layanan.
- Guru sebagai fasilitator layanan.
- Orang tua sebagai bagian dari keberhasilan evaluasi hasil.
- Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan pembelajaran PPL Siklus 4
- Teman – teman PPG sebagai rekan diskusi.
- Rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan ini ( Tim IT, Tim Visual)