BismillahirrahmanirrahimÂ
Alhamdulillahilladzi anzala sakinata fi qulubil mu'minin. Liyazdadu imanan ma'a imanihim. Asyhadu an la ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli ala Muhammadin wa ala alihi  wa ashabihi ajmain. Amma ba'du.Â
Ikhwatu iman rahima kumullah.Â
Bersyukur kita kepada Allah SWT., di pagi hari yang penuh berkah ini diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menyaksikan suatu ibadah yang diperintahkan Allah dan dicontohkan rasulullah. Semoga kehadiran kita ini dapat menambah keberkahan, khususnya bagi calon kedua mempelai. Amin ya rabbal alamin.
Pernikahan bukan sekadar menghalalkan yang haram. Membolehkan yang tidak boleh. Memperkaya pintu amal saleh. Namun pernikahan ialah mitsaqan ghalidha. Janji suci, janji yang agung. Hal ini sesuai dengan firman Tuhan sebagai berikut; Â
Bagaimana kamu akan mengambilnya (kembali), padahal kamu telah menggauli satu sama lain (sebagai suami istri) dan merekapun (istri-istrimu) telah membuat perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) denganmu? (Al Nisa; 21).Â
Tujuan pernikahanÂ
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir (Rum; 21)
Dari ayyat tersebut nampak, tujuan utama dari pernikahaan ialah rasa Sakinah, mawaddah dan rahmah. Â Sakinah adalah ketentraman dalam hati, arti mawadah adalah kasih sayang, dan rahmah adalah kelembutan hati dan empati.
Menggapai Kelurga SAMAWA;Â
Untuk meraih predikat keluarga yang sakinah, maddah dan rahmah, tentu tidak mudah. Di dalamnya terdapat upaya yang perlu ditempuh. Di antara upaya tersebut;