Wanita itu menatap pohon yang ada di depannya. Wajah wanita itu pucat dan matanya sendu. wanita itu menangis kencang dalam hatinya tapi ditahannya air matanya dengan nenggigit bibirnya.
"Pohon ajaib, andai aku punya kekuatan untuk dapat berdiri kokoh seperti pohonmu." Ucap wanita itu dalam hati.
Dia bisa mendengar seruan hati wanita yang ada dihadapannya.
Dari banyak manusia yang mengunjunginya, barulah wanita ini yang mengajaknya berdialog.
Banyak pengunjungnya yang mengunjunginya untuk berfoto selfie dengannya, Â karena dia merupakan salah satu pohon tertua di dunia.Â
Banyak pengunjung yang penasaran dengan bentuk dan rupa salah satu pohon tertua di dunia dengan melihatnya dan menyentuhnya secara langsung.
"Aku tidak secara instan untuk dapat tumbuh menjadi kokoh.'Â Kataku melalui tiupan angin kencang yang menggoyangkan daun-daunku.
"Aku tahu butuh proses untuk dapat menjadi kokoh." Jawab wanita itu seakan dia mendengar ujarku tadi.
Akupun mengangguk tanda setuju dengan jawabannya.
Dan lagi-lagi, sepertinya wanita itu dapat melihat anggukanku.
Ia berujar kembali: "Tapi jika proses-proses itu berujung kepada kegagalan-kegagalan membuatku menjadi rapuh." Setitik air mata menetes jatuh dari matanya.