Sepanjang keraguan penuh pasti meniti
relung waktu pandangan arus penuh ambisi
menakar ketentuan semenjak saja tak dibalas
tentu hati jadi tahu nyaman melihatnya
momentum sendu penuh selera mendera
kesan manis terpukau irama mantera
Menanam kesempatan ambisi terjerat notasi
arus meniku peraman jiwa menumpu
setelah kau tahu semua selingkuh musim
kau sangka semua bisa kau gapai
dengan begitu kau tanya tanpa belajar
wajar itu kerja keras bisa diraih menghantar
jangan sangka orang lain introspeksi diri
Rasa tak nyaman ganggu gerakan tubuh
kebiasaan jengkal tak perlu dilestarikan
watak genggam naluri terbias gulana
kau bisa mengambil hati sepenuh pesona
banyak belajar dari segala kehidupan
jejak pindai lirih mengurai watak sesaat
Membawa ragam keinginan memuncak
menuju arah gapaian semangat rentak
dia selalu terkenang membawa remang pantas
sepanjang itu masih bisa digapai patuh
tentu melewati beragam tantangan hambatan
sepatut apa kesungguhan menebar lumrah
Kandangan, 9 Maret 2020
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI