Sejak usia sekolah saya hobi membaca dan menulis. Bahkan ketika masih SD saya sudah berlangganan sebuah majalah pelajar, yang saya baca setiap hari setelah waktu belajar.
Membaca puisi pun saya suka. Karya-karya sastrawan lama dan baru saya lahap. Hanya saja saya baru bisa menjuarai lomba baca puisi antar pelajar tingkat kecamatan. Sampai tingkat kabupaten mentok karena saingan bagus-bagus semua yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Untuk menulis saya tekuni ketika SMP. Meskipun sebatas menulis puisi, cerpen, dan diary.
Saat SMA saya aktif mengurusi majalah dinding (Mading). Dan sering menulis puisi atau cerpen. Beberapa kali juga kirim-kirim artikel ke media cetak.
Setelah berumahtangga hobi membaca nggak bisa ditinggalkan. Saya baca buku apa saja. Cerita fiksi dan non-fiksi saya nikmati. Dari tulisan yang ringan-ringan sampai karya ilmiah berbobot saya baca.
Terkadang saya menulis untuk dikirimkan ke majalah hiburan. Meskipun honornya tidak seberapa, saya sangat senang dan merasa bangga jika artikel saya dimuat.
Memasuki usia lima puluh tahun, saya justru semakin aktif menulis. Dan semakin banyak membaca tulisan-tulisan orang lain.
Beberapa platform blog saya ikuti. Dengan membaca hasil karya orang lain saya ibaratkan tengah menjelajah dunia. Berkelana setiap hari mencari tau seisi dunia.
Karena membaca, saya jadi tau informasi perkembangan politik dalam negeri dan luar negeri. Juga seputar perekonomian, dunia olahraga, karya sastra, kuliner, destinasi wisata, tempat-tempat bersejarah, agama, dan lain-lain.
Membaca bagi saya adalah makanan pokok sehari-hari. Tiada hari tanpa membaca. Saya selalu meluangkan waktu untuk membaca, baik membaca buku langsung koleksi pribadi maupun tulisan-tulisan di platform blog atau media lain.
Dengan membaca, pikiran lebih terbuka. Otak bekerja maksimal. Tanpa membaca dunia sepi. Dari membaca semua informasi terserap, dan bisa dijadikan bahan referensi tulisan.